SINJAI, kosongsatunews.com — Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) di Desa Samaturue, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sinjai mulai memasuki tahapan penting. Setelah melalui proses musyawarah desa, panitia pelaksana Pilkades PAW resmi terbentuk dan dijadwalkan dilantik pada Selasa, 26 Mei 2026.
Tahapan ini menandai dimulainya proses politik desa untuk menentukan sosok yang akan melanjutkan kepemimpinan hingga periode 2026–2031, pasca wafatnya kepala desa sebelumnya, Palewai, SE, yang tengah menjalankan masa jabatan periode keduanya.
Sekretaris Desa Samaturue, Firman, mengungkapkan bahwa pembentukan panitia telah rampung dan seluruh unsur yang terlibat kini bersiap memasuki tahapan teknis berikutnya.
“Panitia yang telah terpilih akan dilantik pada Selasa, 26 Mei 2026,” ujar Firman saat dikonfirmasi, Senin, 25 Mei 2026.
Pembentukan panitia menjadi tahapan awal yang menentukan jalannya Pilkades PAW. Setelah pelantikan, agenda berikutnya adalah pembukaan pendaftaran bakal calon kepala desa, awal Bulan Juni yang akan bertarung memperebutkan kursi kepemimpinan di desa tersebut.
Ketua panitia terpilih, Ikramullah, mengatakan pihaknya akan segera menyusun jadwal dan mekanisme tahapan pencalonan agar proses berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Setelah pembentukan panitia, tahap selanjutnya adalah pendaftaran calon kepala desa,” kata Ikramullah.
Berbeda dengan pemilihan kepala desa reguler yang melibatkan seluruh warga pemilih, Pilkades PAW di Samaturue akan menggunakan mekanisme keterwakilan masyarakat. Hak pilih nantinya disalurkan oleh unsur-unsur tokoh masyarakat dari masing-masing dusun, termasuk perwakilan kelompok tani, PKK, dan elemen masyarakat lainnya.
Model pemilihan seperti ini digunakan dalam Pilkades antar waktu sebagaimana diatur dalam regulasi pemerintahan desa. Mekanisme tersebut dimaksudkan agar kekosongan kepemimpinan desa dapat segera diisi tanpa harus menunggu pelaksanaan Pilkades serentak.
Di tengah proses yang mulai bergulir, perhatian masyarakat kini tertuju pada figur-figur yang diperkirakan akan maju sebagai calon kepala desa. Dinamika politik diprediksi mulai menghangat seiring terbukanya tahapan pendaftaran dalam waktu dekat.
Bagi warga Samaturue, Pilkades PAW ini bukan sekadar agenda administratif pemerintahan desa. Lebih dari itu, momentum ini dipandang sebagai penentu arah pembangunan desa pasca berpulangnya Palewai, sosok yang sebelumnya dipercaya masyarakat memimpin desa tersebut selama dua periode.(Ucup)









