Ryan Mewa’: Penyajian Ekor Ikan Bertulang pada Siswa Berpotensi Membahayakan Anak

KOSONGSATUNEWS.COM, MAMASA – Ketua Harian Sinergi Muda Mamasa (SMM), Ryan Mewa’, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh serta menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumarorong atas dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Desakan tersebut muncul setelah beredarnya dokumentasi menu makanan yang menyajikan ekor ikan bolu yang masih penuh tulang kepada peserta didik. Menurut Ryan Mewa’, menu tersebut tidak hanya menimbulkan pertanyaan terkait kualitas dan kelayakan harga, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan anak-anak penerima manfaat, khususnya siswa PAUD, TK, dan SD.


“Kami menilai penyajian ekor ikan bolu yang masih penuh tulang merupakan bentuk kelalaian yang tidak boleh dianggap sepele. Selain berpotensi membahayakan anak-anak, menu tersebut juga diduga tidak sesuai dengan SOP BGN yang mengatur bahwa ikan yang disajikan kepada peserta didik harus bebas dari tulang, sementara bagian kepala dan ekor wajib dipisahkan atau tidak disajikan kepada siswa,” tegas Ryan Mewa’.

Menurutnya, ketentuan tersebut dibuat untuk menjamin keamanan konsumsi makanan bagi anak-anak dan meminimalkan risiko tersedak maupun luka akibat tulang ikan.

Sinergi Muda Mamasa menilai Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis pemerintah yang harus dijalankan dengan standar pelayanan terbaik. Oleh karena itu, setiap dugaan pelanggaran SOP harus ditindak secara cepat, profesional, dan transparan.

Ryan Mewa’ mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan laporan resmi kepada Badan Gizi Nasional dan meminta agar dilakukan pemeriksaan lapangan terhadap pengelolaan SPPG Sumarorong.
“Kami telah menyampaikan laporan kepada BGN. Kami berharap ada tindakan cepat dan tegas. Jika terbukti melanggar SOP, kami meminta operasional SPPG Sumarorong dihentikan sementara sampai seluruh prosedur dipatuhi dan kualitas pelayanan benar-benar memenuhi standar yang ditetapkan BGN,” lanjutnya.

Sinergi Muda Mamasa juga mengajak masyarakat, orang tua siswa, dan seluruh elemen terkait untuk ikut mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar tujuan program dalam meningkatkan kualitas gizi anak dapat tercapai tanpa mengorbankan aspek keamanan, mutu, dan kepatuhan terhadap SOP. (Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *