Di Tengah Gempuran Zaman, Nurul Falah Menjaga Cahaya Al-Qur’an Tetap Menyala

PANGKEP, kosongsatunews.com – Tangis haru, senyum kebanggaan, dan lantunan ayat suci Al-Qur’an berpadu dalam Haflah Akhirussanah PAUD Al-Qur’an dan TPQ Nurul Falah Tahun Ajaran 2025/2026. Bagi sebagian orang, acara ini mungkin hanya terlihat sebagai kegiatan penamatan biasa. Namun bagi para orang tua, guru, dan pegiat pendidikan Islam, inilah buah dari perjuangan panjang menanamkan kecintaan kepada Allah dan Al-Qur’an di hati anak-anak sejak usia dini.

Di tengah derasnya arus teknologi, media sosial, dan berbagai tantangan moral yang mengintai generasi muda, keberadaan PAUD Al-Qur’an dan TPQ sesungguhnya menjadi benteng pertama yang menjaga anak-anak tetap dekat dengan nilai-nilai agama. Di tempat sederhana inilah mereka pertama kali mengenal huruf-huruf hijaiyah, belajar mengangkat tangan untuk berdoa, menghafal surah-surah pendek, serta memahami adab kepada orang tua dan sesama.

Tidak sedikit orang tua yang hadir tampak menahan haru saat menyaksikan putra-putri mereka tampil percaya diri membaca Al-Qur’an di hadapan ratusan pasang mata. Beberapa tahun sebelumnya, anak-anak itu mungkin belum mengenal satu huruf pun dari kitab suci. Kini mereka berdiri dengan penuh keberanian melafalkan ayat-ayat Allah yang kelak diharapkan menjadi cahaya dalam kehidupan mereka.

Di balik keberhasilan itu, terdapat pengorbanan para guru yang selama ini bekerja dengan penuh kesabaran. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, H. Ramli Rasyid, mengingatkan bahwa seluruh guru PAUD dan TPQ Nurul Falah adalah perempuan yang setiap hari mencurahkan tenaga, waktu, dan kasih sayang untuk mendidik anak-anak.

“Semua guru PAUD dan TPQ Nurul Falah adalah perempuan. Ini menandakan kesabaran yang luar biasa. Mendidik anak-anak pada usia dini membutuhkan ketelatenan, kelembutan, dan keikhlasan yang tidak semua orang mampu melakukannya,” ujarnya.

Ketua Yayasan Nurul Falah, Dewi Sartika Amin, juga menyampaikan bahwa pendidikan Al-Qur’an tidak akan berhasil tanpa dukungan orang tua dan masyarakat. Menurutnya, membangun generasi Qur’ani adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian seluruh elemen umat.

Pesan yang paling menyentuh datang ketika H. Ramli Rasyid mengingatkan para orang tua tentang kemuliaan mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak sejak dini.

“Barang siapa orang tua yang mengajarkan Al-Qur’an kepada anaknya sejak dini, insya Allah akan mendapatkan kemuliaan dan ganjaran surga di hari kelak,” pesannya.

Ucapan tersebut seakan menjadi pengingat bahwa setiap rupiah yang disumbangkan untuk pendidikan Al-Qur’an, setiap waktu yang diluangkan mengantar anak ke TPQ, serta setiap dukungan yang diberikan kepada lembaga pendidikan Islam sesungguhnya bukanlah pengeluaran, melainkan investasi yang nilainya jauh melampaui dunia.

Hari ini, anak-anak Nurul Falah menerima piagam kelulusan. Namun sesungguhnya yang sedang dipanen bukan sekadar hasil belajar selama satu tahun. Yang sedang tumbuh adalah benih-benih generasi Qur’ani yang kelak diharapkan menjadi imam di masjid, guru di sekolah, pemimpin yang amanah, dan anak-anak saleh yang senantiasa mendoakan kedua orang tuanya.

Karena itu, menjaga keberlangsungan PAUD Al-Qur’an dan TPQ bukan hanya tugas pengurus yayasan atau para guru. Ini adalah tanggung jawab seluruh umat. Sebab dari ruang-ruang belajar sederhana itulah lahir harapan besar bagi masa depan Islam dan bangsa.

Ketika banyak pihak sibuk membangun gedung dan infrastruktur, lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur’an sedang membangun sesuatu yang jauh lebih berharga: membangun hati, akhlak, dan peradaban. Dan setiap orang yang ikut mendukungnya, sekecil apa pun, akan menjadi bagian dari kebaikan yang terus mengalir sepanjang masa.(Yusuf Buraerah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *