MAMASA, KOSONGSATUNEWS.COM, – Ketua LSM Gerak Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Andi Waris Tala (AWT), melontarkan kritik terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Mamasa yang mengangkat Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di tengah kondisi keuangan daerah yang disebut sedang mengalami kesulitan.
Menurut AWT, pemerintah daerah sebelumnya telah menyampaikan bahwa kondisi fiskal Kabupaten Mamasa saat ini sangat memprihatinkan.
Namun, di sisi lain, pemerintah justru melakukan pengangkatan PPPK paruh waktu dalam jumlah yang dinilai cukup signifikan.
“Kalau memang kondisi keuangan daerah sedang morat-marit, lalu apa dasar pemerintah mengangkat PPPK paruh waktu dalam jumlah besar? Dua hal ini sangat kontradiktif,” ujar AWT, Jumat. (26/6/2026).
Ia menduga kebijakan tersebut lebih didorong oleh kepentingan memperoleh dukungan dan pujian daripada mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
“Bupati bersama para pembantunya seolah hanya ingin mendapatkan puji-pujian. Ironisnya, banyak kepala daerah sekarang berlindung di balik budaya ABS (Asal Bapak Senang),” tegasnya.
Selain itu, AWT juga menyoroti peran Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa terkait persoalan PPPK paruh waktu. Ia meminta Kepala Dinas Pendidikan bersikap terbuka apabila memang tidak mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi para PPPK.
“Kalau memang Kepala Dinas Pendidikan tidak mampu mengatasi persoalan PPPK paruh waktu, lebih baik jujur saja. Jangan hanya memberikan janji-janji manis,” tandasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Mamasa maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut. (Ayu)





























