MAKASSAR, KOSONGSATUNEWS.COM, — Pelatihan Instruktur Nasional (PINAS) Regional Indonesia Timur dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) se-Sulawesi Selatan menjadi ruang bagi Syahrir L., S.Pd., M.Pd. untuk mengasah kapasitas sebagai kader sekaligus instruktur Muhammadiyah.
Syahrir yang merupakan Ketua LP3H Halal Center Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mengikuti kegiatan tersebut sebagai salah satu utusan UMS Rappang.
Menurut Syahrir, PINAS tidak sekadar menjadi forum penyampaian materi. Berbagai metode seperti diskusi, praktik, simulasi, refleksi hingga kerja kelompok membuat peserta terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
“PINAS membuat saya semakin memahami bahwa instruktur bukan sekadar orang yang berdiri di depan kelas dan menyampaikan materi. Instruktur harus mampu menjadi fasilitator, penggerak, pendamping, sekaligus teladan,” kata Syahrir.
Dia menilai keberhasilan seorang instruktur tidak hanya diukur dari banyaknya materi yang disampaikan, tetapi dari kemampuan membangun proses yang dapat mendorong perubahan pada peserta.
“Ukuran keberhasilannya bukan seberapa banyak materi yang disampaikan, tetapi sejauh mana proses yang dibangun mampu melahirkan perubahan pada peserta,” sambungnya.
Syahrir juga menilai PINAS memberikan penguatan terhadap pemahaman ideologi dan identitas kader Muhammadiyah. Menurutnya, semangat ideologis perlu dibarengi dengan kompetensi agar nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan dapat diterapkan dalam proses perkaderan.
“Ideologi memberi arah, sedangkan kompetensi memberi kemampuan untuk bergerak. Keduanya tidak boleh dipisahkan,” ujarnya.
Bagi Syahrir, keikutsertaan dalam PINAS bukanlah akhir dari proses pengembangan diri sebagai instruktur. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi awal dari tanggung jawab untuk menerapkan dan membagikan ilmu yang diperoleh.
“PINAS bagi saya bukan titik akhir pencapaian sebagai instruktur. Ilmu yang diperoleh harus dibagikan, pengalaman harus ditransformasikan, dan kompetensi harus digunakan untuk memperkuat perkaderan Muhammadiyah,” katanya.
Dia berharap pengalaman yang diperoleh selama PINAS dapat diterapkan di lingkungan UMS Rappang dan Persyarikatan Muhammadiyah.
“Saya ingin membawa pulang semangat untuk terus belajar, mengabdi, dan memberi dampak,” pungkasnya.
Keikutsertaan UMS Rappang dalam PINAS diharapkan turut memperkuat kapasitas sumber daya manusia, sistem perkaderan, serta kontribusi kader dalam mendukung kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah.(MDS)











