SIDRAP, KOSONGSATUNEWS.COM, — PKBM Ponpes Al-Irsyad Kanie bekerja sama dengan mahasiswa KKN PPL Terpadu Universitas Negeri Makassar (UNM), Jurusan Pendidikan Masyarakat menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Literasi Digital” bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) yang memiliki usaha serta masyarakat Desa Buae secara umum.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dan pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya untuk mendukung pengembangan usaha serta meningkatkan daya saing masyarakat di era digital.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali dengan 2 (dua) keterampilan utama. Yaitu, Pembuatan bahan promosi menggunakan aplikasi Canva dan pemanfaatan QRIS sebagai sistem pembayaran digital.
Melalui materi pembuatan konten promosi menggunakan Canva, peserta diberikan pemahaman dan keterampilan dalam membuat berbagai bahan promosi yang menarik, seperti poster, brosur, konten media sosial, serta desain promosi digital lainnya. Keterampilan ini diharapkan dapat membantu para pelaku usaha memperkenalkan produk dan jasa mereka kepada masyarakat secara lebih luas dan profesional.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan “QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard)” sebagai sistem pembayaran digital yang praktis, aman, dan modern.
Dengan penggunaan QRIS, pelaku usaha diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam melakukan transaksi secara non-tunai.
Kegiatan Pelatihan Literasi Digital ini secara khusus menyasar Anak Tidak Sekolah (ATS) yang telah memiliki usaha, Sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat Desa Buae secara umum untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan digital mereka.
Kepala Desa Buae menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan literasi digital menjadi kegiatan yang sangat penting bagi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha yang perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan Pelatihan Literasi Digital ini. Masyarakat Desa Buae, khususnya para pelaku usaha dan Anak Tidak Sekolah yang telah memiliki usaha, membutuhkan keterampilan seperti ini agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Kami berharap ilmu yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat,”ujarnya.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN PPL Terpadu Universitas Negeri Makassar (UNM), Andi Akram, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendidikan dan pemanfaatan teknologi digital.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan kepada peserta, tetapi juga keterampilan yang dapat langsung diterapkan. Canva dapat membantu masyarakat membuat promosi usaha yang lebih menarik, sedangkan QRIS dapat memberikan kemudahan dalam sistem pembayaran. Kami ingin masyarakat, khususnya para pelaku usaha dan ATS, semakin siap memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usahanya,” ungkap Andi Akram.
Melalui kolaborasi antara PKBM Ponpes Al-Irsyad Kanie dan KKN PPL Terpadu Universitas Negeri Makassar Jurusan Pendidikan Masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong transformasi digital dalam berbagai sektor usaha.
Kepala PKBM Ponpes Al-Irsyad Kanie, Abdul Gafur Syarifuddin, S.Pd.I, pada Sabtu, 31 Oktober 2026, juga menyampaikan bahwa peningkatan literasi digital merupakan salah satu langkah penting dalam memberdayakan Anak Tidak Sekolah dan masyarakat.
“PKBM tidak hanya hadir untuk memberikan layanan pendidikan kesetaraan, tetapi juga berkomitmen memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi kehidupan dan kemandirian masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami berharap ATS dan masyarakat dapat melihat teknologi digital sebagai peluang untuk meningkatkan kemampuan, mengembangkan usaha, dan membuka akses pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Dengan penguasaan keterampilan desain promosi digital melalui Canva dan pemanfaatan sistem pembayaran modern melalui QRIS, para peserta diharapkan dapat mengembangkan usaha mereka menjadi lebih “Modern, Kompetitif, dan Berkembang”
“Kegiatan ini juga menjadi bukti pentingnya sinergi antara PKBM, perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menciptakan masyarakat yang semakin adaptif, mandiri, dan siap menghadapi perkembangan era digital”, tandas Gafur.(MDS)














