ENREKANG — Program prioritas nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh pelajar di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Sejumlah sekolah yang terletak di daerah pedesaan dan pelosok, khususnya di wilayah Kecamatan Maiwa, dilaporkan belum tersentuh program tersebut.

Kondisi ini memicu kekecewaan dari para siswa dan guru di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mereka merasa dianaktirikan karena program pemerintah pusat ini dinilai hanya menyasar sekolah-sekolah yang berada di perkotaan.
”Kami sangat membutuhkan MBG, Pak. Kami juga ingin merasakan Makanan Bergizi Gratis, jangan dibedakan dengan siswa yang tinggal di kota,” ujar salah seorang siswa dengan nada prihatin.
Keluhan serupa turut disampaikan oleh para tenaga pendidik di wilayah pedalaman. Mereka menyayangkan lambatnya pemerataan distribusi program MBG yang membuat sekolah-sekolah di pelosok terkesampingkan.
”Buktinya bisa dilihat, anak sekolah yang berada jauh dari kota tidak mendapatkan MBG. Kasihan kami yang tinggal di pedesaan, seolah kurang mendapat perhatian,” ungkap salah seorang guru setempat.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut saat hendak dikonfirmasi di kantornya.
(Laporan: Anar)














