MAMASA – Kelompok pemuda yang menamakan diri Ihsan Pemuda Mambi menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Pitu Ulunna Salu. Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen generasi muda untuk mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di wilayah pegunungan Kabupaten Mamasa.
Dalam pernyataan sikapnya, Ihsan Pemuda Mambi menilai pembentukan Kabupaten Pitu Ulunna Salu bukan sekadar pemekaran wilayah administrasi, tetapi merupakan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan serta mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Menurut mereka, wilayah Pitu Ulunna Salu memiliki sejarah, budaya, dan karakteristik sosial yang kuat sebagai kawasan adat yang telah lama dikenal dalam sejarah Mandar. Kawasan tersebut mencakup sejumlah kecamatan seperti Mambi, Tabulahan, Aralle, Mamasa, Sumarorong, Messawa, dan Balla yang dinilai memiliki potensi besar di sektor pertanian, kehutanan, pariwisata, dan sumber daya alam.
“Ihsan Pemuda Mambi mendukung penuh perjuangan pembentukan Kabupaten Pitu Ulunna Salu sebagai wujud pemerataan pembangunan dan upaya mempercepat kesejahteraan masyarakat di wilayah pegunungan,” demikian pernyataan yang disampaikan kelompok tersebut.
Mereka menilai, selama ini masyarakat di wilayah hulu masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari akses pelayanan pemerintahan, infrastruktur, hingga pembangunan yang belum merata akibat kondisi geografis dan jarak yang cukup jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Mamasa.
Selain mempertimbangkan aspek kebutuhan masyarakat, dukungan tersebut juga didasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur pembentukan daerah otonom baru, di antaranya Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 18, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan, dan Penggabungan Daerah.
Ihsan Pemuda Mambi juga berpandangan bahwa pemekaran daerah sejalan dengan prinsip desentralisasi, pemerataan pembangunan, penguatan identitas budaya, serta peningkatan efektivitas tata kelola pemerintahan.
Para pemuda menyatakan siap berperan aktif mengawal proses perjuangan pembentukan DOB Pitu Ulunna Salu melalui penyampaian informasi yang benar kepada masyarakat, menjaga persatuan antarwilayah, serta mendukung seluruh tahapan yang akan ditempuh sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan.
Mereka berharap, apabila Kabupaten Pitu Ulunna Salu resmi terbentuk, pemerintahan baru nantinya mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, meningkatkan pembangunan infrastruktur, mengoptimalkan pengelolaan potensi daerah, serta membuka peluang kesejahteraan yang lebih besar bagi masyarakat.
Diketahui, perjuangan pembentukan Kabupaten Pitu Ulunna Salu kembali menguat setelah terbentuknya Komite Persiapan Pemekaran Kabupaten Pitu Ulunna Salu pada awal Juli 2026. Aspirasi tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk selanjutnya diproses sesuai mekanisme yang berlaku di pemerintah pusat. (Ayu)






















