TAPALANG – Dugaan praktik penyimpangan dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) mencuat di SPBU Pertamina Tapalang setelah sejumlah warga mengaku melihat sebuah mobil pikap diduga mengangkut BBM dalam jumlah tertentu dari lokasi SPBU.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga menduga aktivitas tersebut dilakukan atas arahan pihak manajemen SPBU. Namun demikian, informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya sehingga memerlukan klarifikasi dari pihak terkait serta pembuktian melalui proses penyelidikan yang berwenang.
Menanggapi hal tersebut, Zulkifli Sekretaris Jenderal Gerakan Mahasiswa Teknik Informatika dan Sistem Informasi (GMTSI), meminta aparat dan instansi terkait untuk segera melakukan penelusuran agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Kami meminta pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan secara transparan dan profesional atas dugaan tersebut. Jika nantinya ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan penyaluran BBM, maka proses penegakan hukum harus dilakukan sesuai peraturan yang berlaku. Namun, apabila tidak terbukti, hal itu juga harus disampaikan secara terbuka kepada publik,” ujar Zulkifli.
Menurutnya, pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi maupun non-subsidi harus dilakukan secara ketat agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat.
Masyarakat berharap instansi terkait, termasuk aparat penegak hukum dan lembaga pengawas, dapat segera menindaklanjuti informasi tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap ketentuan tata kelola penyaluran BBM.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak manajemen SPBU Pertamina Tapalang terkait dugaan tersebut. Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi apabila pihak manajemen SPBU maupun pihak terkait lainnya ingin memberikan penjelasan atas informasi yang beredar. (**)

























