Tak dinyanah menjadi heboh riak dugaan Pungutan liar (Pungli) di lakoni oknum pada SMKN 1 Kota Parepare. Sulawesi Selatan (Sulsel).
Pungutannya pun dinilai sangat menyesatkan napas di tengah perihnya kehidupan. Adalah Rp 500, 000 ( Limaratus ribu rupiah), membuat orang Tua Siwa tersebut menggeleng kepalah.
Kejadian tersebut sontak H.Gaff, (Orang tua Siswa) mengendus kejadian tersebut, katanya untuk pembelian baju seragam PKL.

Lucunya, sebab tanpa koordinasi sebelumnya, melainkan langsung menetapkan harga pantastis.
“Jelas saya kesal dengan kejadian ini, pungli? Seharusnya pihak sekolah, mengundang untuk berdialog sebelum menetapkan harga baju PKL.” Ungkap H. Gaff kesal.
Kemudian mempertanyakan pungsi dana Biaya Operasional Sekolah ( BOS ) yang sebenarnya, yang berkorelasi dengan kegiatan sekolah, tentu menjadi bumerang.
Seraya mengharap Aparat Penegak Hukum (APH) agar menyikapi hal tersebut.
Dalam pada itu, Kepala Sekolah UPT. SMKN 1 beberapakali berupaya ingin di konfirmasi tidak di tempat.
Tapi suatu hal, suatu hari ada yang memberi komentar sosok yang berada di depan Sekolah tersebut menyampaikan dengan ramah. Menyebut ada 6 rumbel pada SMK 1. dan jumlah Siswa berangkat PKL, sebanyak seratus lebih. Walau sebelumnya melakukan pungutan, terlebih dahulu pihak sekolah melakukan musyawarah dengan Orang Tua/ Wali Siswa yang akan melakukan PKL,
“Tidak benar itu Pak kalau pembayaran tersebut di kategorikan sebagai Pungli.” Ujarnya membelah, dan tak mau menyebut identitasnya.
Wah, sorotan lain bergelindang yang lebih sensitif, justru sumberlain menyebut, itu pantas dilakukan, sebab akibat, di tengarai ada juga potongan dari Dinas Pendidikan Provinsi dengan dana BOS, kian menyalah kesemrautan, lalu di kaitkan dengan banyaknya tempohari pihak Kepalah Sekolah meminta mengudurkan diri. Benarkah?
(Ag)

























