SIDRAP. KOSONGSATUNEWS.COM, — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, terus mendorong penguatan ekonomi daerah dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan khususnya pada sektor pangan, energi terbarukan, dan pembangunan infrastruktur.
Langkah tersebut menjadi bagian dari arah kebijakan pembangunan Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Syaharuddin mengatakan, Sidrap memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Produksi beras daerah tersebut disebut mencapai sekitar 500 ribu ton setiap tahun.
“Harapan Bapak Presiden sudah kami laksanakan, terutama yang pertama, swasembada pangan. Kami memproduksi beras kurang lebih 500 ribu ton per tahun,” kata Bupati Syaharuddin dalam video pada, Jumat, 28 Agustus 2026
Menurutnya, produksi pangan Sidrap bahkan tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat lokal. Beras dan telur dari Sidrap turut dipasok ke sejumlah wilayah di kawasan Indonesia Timur.
“Kami daerah yang mensubsidi daerah-daerah lain. Kami mengirimkan beras ke seluruh Indonesia Timur, mengirimkan telur ke seluruh Indonesia Timur,” ujarnya.
Selain pertanian dan peternakan, pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan potensi energi terbarukan. Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) menjadi salah satu kekuatan Sidrap dalam mendukung kemandirian energi.
“Kedua, kami daerah yang sudah swasembada energi dengan hadirnya energi terbarukan, pembangkit listrik tenaga bayu,” jelasnya.
Pertumbuhan Ekonomi 7,71 Persen
Penguatan sektor produktif tersebut, kata Syaharuddin, ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Berdasarkan data statistik tahun 2025 yang disampaikannya, pertumbuhan ekonomi Sidrap mencapai 7,71 persen.
Angka tersebut menurut Syaharuddin menunjukkan peningkatan dibandingkan kondisi sebelumnya yang berada di kisaran 4 persen.
“Harapan Bapak Presiden 8 persen, tapi kami sudah mencapai 7,71 persen. Sebelum kami menjadi bupati hanya 4 persen, sekarang 7,7 persen,” katanya.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan pemerintah daerah dalam melihat perkembangan pembangunan Sidrap.
Namun, Syaharuddin menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari tingginya pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga harus melihat apakah pertumbuhan tersebut diikuti dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, sejumlah indikator sosial turut menjadi perhatian, termasuk penanganan stunting, kemiskinan, kemiskinan ekstrem, serta pembangunan infrastruktur.
“Ukuran keberhasilan satu daerah selain infrastruktur, juga pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.
Pembangunan Harus Berdampak ke Masyarakat
Dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial, Syaharuddin menyebut Sidrap berhasil menjaga angka stunting pada level rendah. Sementara angka kemiskinan ekstrem yang disebutnya berada di angka 0,94 persen.
Adapun angka kemiskinan secara umum berada di kisaran 4 persen.
Bagi pemerintah daerah, penurunan indikator kemiskinan dan stunting menjadi bagian penting dari pembangunan yang berorientasi pada masyarakat.
“Kalau ekonomi tumbuh, stunting turun, kemiskinan ekstrem turun, itulah ukurannya. Ditambah infrastruktur yang ada,” kata Syaharuddin.
Pembangunan infrastruktur juga terus diarahkan untuk memperkuat konektivitas dan membuka akses masyarakat. Salah satunya melalui kehadiran Jembatan Garuda Merah Putih yang dinilai memberikan manfaat strategis bagi masyarakat.
“Hadirnya Jembatan Garuda Merah Putih ini betul-betul hadir di tengah kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Syaharuddin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat serta jajaran TNI dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan di Kabupaten Sidrap.
“Terima kasih Bapak Presiden, terima kasih Bapak Panglima TNI, Panglima Kodam Hasanuddin, Bapak Dandim Sidrap dan seluruh pihak yang telah membantu,” pungkasnya. (MDS)



















