Gempar. Muak. Bahkan menjadi cibiran pedas teruntuk ngaku Wartwan, eh ternyata oknum tersebut. Kesana Kemari Cerita Omongkosong (KECOAK). Aksinya kian menjadi, medianya pun tidak di ketahui, tapi ngaku Wartawan, bahkan lebih aktif masuk Kantor dengan ceritra omong kosongnya, sejumlah kalangan gerah dengan ulah KECOAK tersebut.
“Bahkan saya ingatkan, KECOAK, jangan mencari muka untuk menjatuhkan Wartawan sesungguhnya Le, karena itu sangat berbahaya, karena pejabat sudah mengenalmu, hanya belaskasian Pejabat dan pengusaha, hingga melayanimu, kau cukup bercakap yang dapat kontribusi silang” .demikian dialog sambungrasa dengan sejumlah Wartawan yang hadir di Hari Ulang Tahun (HUT) pada Media Kosongsatu. 01.
Dalam waktu itu, Pimpinan Umum 01, A.Guntur Noerman berharap kiranya Pejabat dan Pengusaha, jangan layani KECOAK. Minta identitasnya, kemudian laporkan di Aparat Penegak Hukum (APH).
Bahkan menurut Jamal, Wartawan 01, oknum tersebut di duga menjual stiker Organisasi Wartawan yang sudah tidak resmi, untuk mendapat uang.
“Saya pernah ikut jalan sama dia, karena minta tolong untuk di bonceng pergi cari uang”. Kesal Jamal.
Ulahnya belum berobah, padahal dia KECOAK pernah di Tangkap dan di Penjara di Palu Sulteng gegara demikian, semua teman Wartawan berharap, berhentilah jadi KECOAK. serta bergabunglah dia salahsatu Media yang ingin menampung anda. Ini rasa prihatin terhadap KECOAK. Sebagai bentuk persahabatan, atau jangan mencoba perkataan yang di duga meruntuhkan Wartawan. Sebab kafasitas mu sudah di kenal banyak pihak. Sumber kesal.
Sembari sumber yang enggan disebut namanya menyebut, dia itu sebenarnya teman, tapi jangan berulah seolah ada niat menjatuhkan.
Sebenarnya sangat prihatin dengan oknum tersebut, tapi selalu berulah yang tidak wajar sebagai Wartawan yang memegang teguh Kode Etik.
Sudah berulangkali di lakukan, bahkan sudah di ingatkan, agar tidak mengedarkan stiker FP2W, karena sudah kadaluarsa, surat perizinannya. (Ag)



















