SIDRAP, KOSONGSATUNEWS.COM — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Regional Office (RO) Makassar terus memperkuat pengelolaan dan penyelesaian aset agunan melalui optimalisasi lelang.
Hingga September 2026, BRI RO Makassar telah merealisasikan sebanyak 2.996 lot lelang aset agunan.
Capaian tersebut berpotensi kembali meningkat melalui pelaksanaan Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026 yang menargetkan tambahan 547 lot pada Oktober hingga November 2026.
Regional CEO BRI Makassar, Riza Pahlevi, mengatakan target 547 lot tersebut mencakup aset agunan dari unit kerja yang berada dalam wilayah RO Makassar.
Wilayah tersebut meliputi kluster Makassar Raya, Parepare, Mamuju, Kendari, hingga Palopo.
Menurut Riza, kegiatan lelang merupakan bagian penting dari upaya BRI dalam mempercepat penyelesaian aset agunan sekaligus meningkatkan recovery perusahaan.
“Dalam kesempatan acara Gebyar Lelang Serentak Nusantara tahun 2026 ini yang akan diselenggarakan bulan Oktober sampai November, RO Makassar kami menargetkan sebanyak 547 lot lelang,” kata Riza, Rabu (7/10/2026).
Ia menegaskan, capaian 2.996 lot hingga September menunjukkan tingginya aktivitas penyelesaian aset agunan BRI di wilayah kerja RO Makassar.
Sebagai pembanding, sepanjang 2025 jumlah lot lelang di wilayah tersebut tercatat sekitar 3.700 lot, dengan tingkat laku dan dampak terhadap recovery diperkirakan mencapai 70 persen.
“Ini bukan angka kecil. Ini adalah bentuk nyata dari upaya kita bersama dalam menumbuhkan ekosistem lelang yang sehat, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan tambahan target 547 lot melalui Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026, total aktivitas lelang BRI RO Makassar sepanjang tahun ini berpotensi mencapai 3.543 lot.
Sementara itu, Regional Retail Collection & Recovery BRI RO Makassar, Hendra Noversa, mengatakan Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026 menjadi momentum untuk mengonsolidasikan potensi sekaligus meningkatkan jangkauan dan keterlibatan masyarakat terhadap aset-aset yang dilelang.
Program tersebut dilaksanakan secara serentak mulai 1 Oktober hingga 30 November 2026 melalui 18 Regional Office BRI di seluruh Indonesia.
“Dengan tema Right Leading, Right Growth, Right Momentum, diharapkan dapat membangkitkan kembali momentum kecepatan lelang, di mana kita dapat mengonsolidasikan potensi, meningkatkan reach dan engagement atas aset-aset lelang,” kata Hendra.
Ia berharap pelaksanaan program tersebut dapat memperkuat sinergi antarinstitusi, sekaligus mendorong pengelolaan aset yang semakin optimal dan meningkatkan realisasi cash-in recovery.
Dari sisi ekosistem lelang, Kabid Lelang Kanwil DJKN Sulseltrabar, Anwar Sulaiman, menyampaikan bahwa hingga 2026 pokok lelang yang berhasil dihimpun telah mencapai Rp1,54 triliun atau sekitar 73,18 persen dari target Rp2,1 triliun.
Dari total tersebut, lelang hak tanggungan memberikan kontribusi sebesar Rp222,46 miliar atau 14,46 persen.
BRI RO 15 Makassar juga mencatat kontribusi pokok lelang sebesar Rp95,3 miliar.
“Apresiasi kepada BRI RO 15 Makassar, kontribusi pokok lelang mencapai Rp95,3 miliar atau 42,84 persen,” kata Anwar.
Dari aktivitas tersebut, BRI turut menyumbangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) lelang hak tanggungan sebesar Rp3,8 miliar.
Dengan masih adanya ruang sekitar Rp560 miliar untuk mengejar target pokok lelang Rp2,1 triliun hingga akhir periode, sinergi antara BRI dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mendorong optimalisasi pelaksanaan lelang.
Melalui Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026, BRI terus mendorong terciptanya ekosistem lelang yang sehat, transparan, efisien, serta memberikan manfaat bagi pengelolaan aset dan pemulihan nilai perusahaan. (MDS)












