SINJAI, kosongsatunews.com – Di ujung selatan Kabupaten Sinjai, tepatnya di Lingkungan, Bolaromang, Kelurahan Sangiaseri, geliat penerimaan siswa baru di SMA Negeri 12 Sinjai. Sekolah yang dipimpin oleh ABD. Waris, S.Pd., M.Pd. itu kembali membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 dengan pola mengikuti skema zonasi yang kini kian mapan.
Tidak sekadar rutinitas tahunan, proses ini menjadi penentu arah baru bagi ratusan lulusan SMP yang bersiap menapaki jenjang pendidikan menengah. Di SMA Negeri 12 Sinjai, tahapan itu dirancang berurutan, dimulai dari jalur afirmasi dan perpindahan orang tua.
Pendaftaran untuk Zona I dibuka mulai pada, 4 hingga 5 Juni 2026. Jalur ini mencakup afirmasi, perpindahan tugas orang tua atau wali, serta domisili tertentu. Setelah itu, peserta harus melalui verifikasi berkas dan verifikasi faktual pada 5 hingga 6 Juni. Hasilnya diumumkan pada 10 Juni 2026, sebuah jeda waktu yang kerap menegangkan bagi para pendaftar.
Gelombang berikutnya bergeser ke Zona II, yakni jalur domisili. Pendaftaran berlangsung pada 17 hingga 18 Juni 2026. Verifikasi dilakukan pada 19 hingga 20 Juni, sebelum pengumuman akhir pada 23 Juni. Di tahap ini, persaingan biasanya lebih ketat, karena kuota yang tersedia mulai menyempit.

Adapun Zona III, jalur prestasi, menjadi fase terakhir sekaligus ruang bagi siswa dengan capaian akademik maupun nonakademik. Pendaftaran dibuka pada 25 hingga 26 Juni, dilanjutkan verifikasi berkas pada 29 hingga 30 Juni. Pengumuman kelulusan dijadwalkan pada 2 Juli 2026.
Seleksi ini mencerminkan upaya penyaringan yang tidak hanya berbasis wilayah, tetapi juga mempertimbangkan aspek keadilan sosial dan capaian individu. Dalam praktiknya, setiap jalur memiliki dinamika tersendiri, termasuk tantangan dalam memastikan keabsahan data saat verifikasi faktual.
Di luar proses seleksi, SMA Negeri 12 Sinjai juga menyiapkan ruang belajar bagi peserta didik baru. Tahun ini, enam ruang kelas disiapkan dengan kapasitas masing-masing 36 siswa. Angka itu menjadi batas sekaligus gambaran daya tampung sekolah.
Kehidupan sekolah tak berhenti di ruang kelas. Beragam kegiatan ekstrakurikuler disiapkan sebagai ruang pembentukan karakter. Mulai dari OSIS, pramuka, rohis, Palang Merah Remaja, hingga drum band dan sanggar seni. Ada pula program Adiwiyata, English Club, PIK-R, KIR, paskibraka, dan futsal. Sebuah spektrum aktivitas yang menunjukkan upaya sekolah merangkul minat siswa yang beragam.

Di sisi lain, capaian akademik lulusan menjadi indikator penting. Tahun ini, 15 siswa berhasil lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), sementara 10 lainnya diterima melalui jalur SPAN-PTKIN. Angka tersebut menjadi penanda bahwa sekolah di kawasan selatan Sinjai ini tetap mampu bersaing di tingkat nasional.
Kepala SMA Negeri 12 Sinjai, Abdul Waris, yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 30 April 2026, menegaskan bahwa proses SPMB tahun ini diupayakan berjalan transparan dan akuntabel.
“Kami ingin memastikan setiap tahapan berjalan sesuai aturan, terutama pada verifikasi berkas dan faktual. Ini penting untuk menjaga keadilan bagi seluruh calon siswa,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa sekolah tidak hanya berfokus pada penerimaan siswa, tetapi juga pada pembinaan setelah mereka diterima. Menurutnya, keberhasilan siswa menembus jalur SNBP dan SPAN-PTKIN menjadi bukti bahwa pembinaan akademik di sekolah berjalan konsisten.
“Kami berharap siswa yang nanti diterima bisa memanfaatkan seluruh fasilitas dan kegiatan yang ada. Tidak hanya unggul di akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler sebagai bekal karakter,” kata Abdul Waris.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 17 Juli 2026. Di fase ini, para siswa baru akan diperkenalkan pada budaya sekolah, sebuah tahap awal sebelum mereka benar-benar menjadi bagian dari SMA Negeri 12 Sinjai.
Di tengah dinamika sistem zonasi dan tuntutan kualitas pendidikan, SMA Negeri 12 Sinjai tampak berupaya menjaga keseimbangan: antara akses yang adil dan prestasi yang terukur. Sebuah pekerjaan yang tidak sederhana, namun terus diupayakan setiap tahun ajaran baru dimulai.(Yusuf Buraerah)




