SINJAI, kosongsatunews.com — Pagi di pusat Kota Sinjai, Sabtu, 9 Mei 2026, terasa berbeda. Sejak matahari belum sepenuhnya tinggi, ribuan orang telah memadati kawasan Alun-Alun Sinjai. Kaos olahraga berwarna putih memenuhi Jalan Tondong, Kecamatan Sinjai Utara. Di kerumunan itu, para guru, kepala sekolah, pegawai Dinas Pendidikan, hingga warga umum berbaur tanpa sekat.
Mereka datang untuk satu agenda: jalan santai dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai.
Kegiatan itu bukan sekadar olahraga pagi. Ia menjelma panggung kebersamaan yang memperlihatkan bagaimana dunia pendidikan mencoba mendekatkan diri dengan masyarakat.
Dari depan tribun Alun-Alun, rombongan peserta dilepas langsung oleh Ratnawati Arif. Tepuk tangan dan sorak peserta pecah ketika bendera start dikibarkan.
Di tengah suasana yang cair, wajah-wajah tenaga pendidik tampak lebih santai dibanding keseharian mereka di ruang kelas. Sebagian berjalan sambil bercengkerama, sebagian lain mengabadikan momen lewat telepon genggam. Beberapa kepala sekolah terlihat berjalan berdampingan dengan staf Dinas Pendidikan, memperlihatkan suasana yang nyaris tanpa jarak birokrasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Syuaib, tampak aktif memantau jalannya kegiatan. Di bawah kepemimpinannya, peringatan Hardiknas setiap tahun dikemas lebih meriah dan terbuka bagi masyarakat umum. Pendekatan semacam ini menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya urusan sekolah, melainkan ruang bersama yang melibatkan masyarakat luas.
Panitia juga menyiapkan puluhan hadiah door prize untuk menarik partisipasi warga. Hadiah utama berupa paket umrah menjadi magnet tersendiri. Nama-nama peserta terus disebut melalui pengeras suara, memancing antusiasme massa yang bertahan hingga acara berakhir.
Namun kemeriahan itu tidak berhenti pada hiburan semata. Di sudut lain lokasi kegiatan, donor darah digelar. Sejumlah peserta bergantian mendatangi area pemeriksaan kesehatan sebelum mendonorkan darah mereka. Di tengah suasana perayaan, kegiatan sosial itu menjadi penanda bahwa peringatan pendidikan memiliki nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sinjai, peringatan Hardiknas tidak lagi hanya dipahami sebagai seremoni tahunan penuh pidato. Jalan santai ini memperlihatkan upaya membangun ruang interaksi yang lebih cair antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat.
Di ujung kegiatan, kawasan Alun-Alun masih ramai. Sebagian peserta bertahan menunggu pengundian hadiah, sementara lainnya memilih duduk di tepi lapangan menikmati pagi. Pendidikan, setidaknya pada Sabtu itu, tampil dalam wajah yang lebih akrab: berjalan bersama masyarakat, di jalan-jalan kota kecil bernama Sinjai.(Yusuf Buraerah)





