Pemerintah Siapkan KUR Bunga 3 Persen untuk Dukung Program MBG di Sinjai

SINJAI, kosongsatunews.com — Pemerintah pusat menyiapkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah sebesar 3 persen guna menopang kelancaran pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Program pembiayaan tersebut diarahkan untuk memperkuat sektor peternakan agar mampu memenuhi kebutuhan pasokan pangan dalam program nasional tersebut.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sinjai, drh. Burhanuddin, mengatakan fasilitas KUR itu diperuntukkan khusus bagi masyarakat yang menjalankan usaha ayam petelur dan ayam pedaging. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong keterlibatan pelaku usaha dalam rantai pasok MBG.

“Bunga pinjamannya cukup rendah, hanya 3 persen. Ini disiapkan untuk mendukung masyarakat yang ingin mengembangkan usaha peternakan dalam menunjang kebutuhan MBG,” ujarnya, Selasa, 12 Mei 2026.

Ia menjelaskan, untuk pinjaman hingga Rp100 juta, masyarakat tidak diwajibkan menyediakan agunan atau jaminan. Sementara untuk plafon pinjaman hingga Rp500 juta, pemohon diwajibkan memiliki jaminan sesuai ketentuan perbankan.

Selain itu, calon penerima KUR juga harus memenuhi persyaratan utama berupa adanya kontrak kerja sama dengan pihak pengelola MBG. Kontrak tersebut menjadi dasar bahwa usaha peternakan yang dijalankan benar-benar memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan program pemerintah.

Menurut Burhanuddin, skema tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama peternak di Kabupaten Sinjai. Dengan dukungan modal usaha berbunga rendah, para pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga stabilitas pasokan bahan pangan.

Adapun penyaluran KUR dapat dilakukan melalui sejumlah bank penyalur, di antaranya Bank BPD maupun Bank Rakyat Indonesia atau BRI.

Program MBG sendiri menjadi salah satu agenda strategis pemerintah pusat dalam memperkuat kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Karena itu, kesiapan rantai pasok pangan daerah dinilai menjadi faktor penting agar program tersebut berjalan berkelanjutan.

Di Kabupaten Sinjai, peluang keterlibatan peternak lokal dalam mendukung MBG dinilai cukup besar mengingat sektor peternakan ayam petelur dan ayam pedaging memiliki potensi berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pangan bergizi.(Yusuf Buraerah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *