KOSONGSATUNEWS.COM, MAMUJU — Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (HIMEPA) Universitas Muhammadiyah Mamuju, M. Darwin, S., menyatakan penolakan tegas terhadap rencana aktivitas tambang tanah jarang di Desa Botteng, Kabupaten Mamuju.
Penolakan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat di wilayah tersebut. Menurut Darwin, aktivitas pertambangan berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, mulai dari kerusakan lahan pertanian, pencemaran sumber mata air, hingga terganggunya keseimbangan ekosistem.
“Kami menolak segala bentuk aktivitas tambang tanah jarang di Desa Botteng karena dikhawatirkan dapat merusak lingkungan dan mengancam masa depan masyarakat. Kekayaan alam harus dijaga, bukan dieksploitasi tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang,” tegas Darwin dalam keterangannya.
Sebagai putra daerah, ia menilai pemerintah daerah harus lebih mengutamakan kepentingan masyarakat sebelum memberikan izin operasional terhadap perusahaan tambang. Ia juga meminta adanya kajian mendalam terkait dampak lingkungan dan sosial yang kemungkinan akan ditimbulkan.
Selain itu, HIMEPA Universitas Muhammadiyah Mamuju mengajak seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, dan pemuda untuk bersama-sama mengawal kelestarian lingkungan di Kabupaten Mamuju agar tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Menurut HIMEPA, pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Mereka menilai pembangunan tidak boleh mengorbankan alam serta kehidupan masyarakat demi kepentingan jangka pendek.
“HIMEPA akan terus berdiri bersama masyarakat dalam menjaga alam dan masa depan daerah,” tutup Darwin. (Ayu)


















