Hardiknas 2026 di Sinjai: Kepala Sekolah Naik Panggung, Gaungkan “Rukun Sama Teman”

SINJAI, kosongsatunews.com  – Suasana di sebuah kafe di Jalan Baso Kalaka, Kecamatan Sinjai Utara, Senin, 18 Mei 2026, tampak berbeda. Bukan lantunan musik yang mendominasi, melainkan suara para kepala sekolah yang bergantian menyampaikan kultum bertema “Rukun Sama Teman”. Di tempat itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai menggelar grand final Lomba Kultum Semarak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Ajang tersebut bukan sekadar perlombaan dakwah singkat. Pemerintah daerah menjadikannya panggung pendidikan karakter bagi para pendidik. Sebanyak 314 kepala sekolah dari jenjang TK, SD, hingga SMP sebelumnya mengikuti seleksi awal melalui video kultum yang dikirim ke panitia. Dari ratusan peserta itu, hanya 30 orang yang melaju ke babak final.

Mereka terdiri dari 10 finalis tingkat TK, 10 finalis SD, dan 10 finalis SMP. Selama dua malam, 18 hingga 19 Mei 2026, para finalis tampil di hadapan dewan juri dan peserta yang memadati lokasi kegiatan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib, membuka kegiatan tersebut secara resmi. Dalam sambutannya, ia menilai lomba kultum bukan hanya sarana kompetisi, tetapi juga ruang membangun keberanian berbicara dan memperkuat nilai religius di lingkungan pendidikan.

Menurut Irwan, tema “Rukun Sama Teman” dipilih untuk menanamkan pesan hidup harmonis di tengah masyarakat. Ia menyebut sekolah memiliki tanggung jawab bukan hanya mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga membangun karakter yang menghargai perbedaan dan menjaga persaudaraan.

Di sela-sela penampilan peserta, suasana berlangsung cair. Sejumlah guru dan masyarakat yang hadir tampak memberi dukungan kepada finalis masing-masing. Sesekali tepuk tangan terdengar ketika peserta menyampaikan pesan moral dengan gaya komunikatif.

Dinas Pendidikan Sinjai menjadikan kegiatan itu sebagai bagian dari rangkaian Semarak Hardiknas 2026. Selain memperkuat semangat dakwah di kalangan pendidik, kegiatan tersebut juga diharapkan mempererat hubungan antar satuan pendidikan di Kabupaten Sinjai.

Bagi sebagian peserta, lomba itu menjadi pengalaman yang tidak biasa. Kepala sekolah yang sehari-hari berkutat dengan administrasi dan urusan belajar mengajar kini tampil sebagai penceramah di hadapan publik.

Dari panggung sederhana di sebuah kafe, pesan tentang toleransi, kebersamaan, dan pendidikan karakter mencoba disampaikan dengan cara yang lebih dekat kepada masyarakat.(Ucup)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *