Anggota DPRD Mamasa Soroti Rencana Offroad di Jalur Nosu–Pana’–Tabang, Minta Infrastruktur Jadi Prioritas

KOSONGSATUNEWS.COM, MAMASA — Rencana penggunaan jalan poros Nosu–Pana’–Tabang sebagai jalur kegiatan offroad mendapat sorotan dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Mamasa, Mihos. Ia menilai kondisi infrastruktur jalan yang masih buruk membuat jalur tersebut tidak layak dijadikan lintasan kegiatan otomotif ekstrem.

Mihos menegaskan, jalan poros Nosu–Pana’–Tabang bukan sekadar jalur penghubung biasa, melainkan akses utama yang menopang aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Jalan poros Nosu–Pana’ bukan arena hiburan. Jalur ini merupakan urat nadi aktivitas masyarakat. Di jalan itulah masyarakat mengangkut hasil kebun, anak-anak pergi sekolah, warga memperoleh pelayanan kesehatan, dan roda ekonomi rakyat bergerak setiap hari,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, perhatian utama saat ini seharusnya difokuskan pada perbaikan akses dasar masyarakat, bukan menjadikan kondisi jalan yang rusak sebagai bagian dari kegiatan hiburan atau event tertentu.

Ia mengingatkan agar kondisi jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat tidak justru dimanfaatkan sebagai lintasan kegiatan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.

“Jangan sampai muncul kesan bahwa penderitaan masyarakat dipertontonkan demi kepentingan hiburan dan pencitraan event. Itu tidak etis jika kerusakan jalan yang selama ini dikeluhkan justru dipakai sebagai lintasan adrenalin tanpa ada jaminan pemulihan pasca kegiatan,” tegasnya.

Terkait alasan penyelenggaraan event untuk mendorong ekonomi kreatif, UMKM, maupun sektor pariwisata, Mihos menilai tujuan tersebut tetap dapat diwujudkan tanpa membebani masyarakat dengan risiko tambahan terhadap kondisi infrastruktur.

“Kalau tujuannya menggerakkan ekonomi kreatif, UMKM kuliner, atau penginapan, silakan dilaksanakan di lokasi yang lebih representatif dan tidak membebani masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi masyarakat tidak hanya bergantung pada event sesaat, tetapi membutuhkan akses distribusi yang baik serta konektivitas wilayah yang memadai.

“Roda ekonomi masyarakat bergerak karena akses distribusi yang lancar, biaya transportasi yang murah, dan konektivitas antarwilayah yang baik. Tanpa itu, peningkatan UMKM dan pariwisata hanya akan menjadi slogan,” tambahnya.

Mihos juga menegaskan, apabila kegiatan offroad tetap dilaksanakan di jalur Nosu–Pana’–Tabang, maka panitia diminta memberikan komitmen terbuka kepada publik terkait tanggung jawab perbaikan apabila terjadi kerusakan jalan akibat kegiatan tersebut.

“Komitmen itu tidak boleh hanya lisan. Harus jelas bentuknya, mekanismenya, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tandasnya.

Ia berharap perhatian pemerintah dan seluruh pihak lebih difokuskan pada pembenahan infrastruktur demi kepentingan jangka panjang masyarakat.

“Masyarakat tidak membutuhkan keramaian sesaat yang meninggalkan beban jangka panjang. Yang dibutuhkan masyarakat adalah jalan yang semakin baik, bukan semakin rusak setelah dijadikan lokasi event,” tutupnya. (Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *