SINJAI, kosongsatunews.com – Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat mulai menunjukkan denyutnya di Kabupaten Sinjai. Di balik baliho penerimaan siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027 yang kini ramai beredar, aktivitas pendidikan bagi siswa Sekolah Rakyat di daerah itu ternyata sudah lebih dahulu berjalan.
Saat ini, sekitar 50 siswa jenjang SD dan 50 siswa jenjang SMP yang direkrut pada tahun lalu tengah menjalani proses belajar sementara di salah satu SMP di Kecamatan Tellulimpoe. Mereka menempati fasilitas disana sambil menunggu pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di kawasan sekitar Masjid Islamic Center Sinjai rampung dikerjakan.
Nilai proyek pembangunan sekolah tersebut disebut mencapai kurang lebih Rp245 miliar. Angka yang tidak kecil untuk sebuah proyek pendidikan sosial di daerah. Pemerintah ingin menghadirkan model pendidikan baru yang tidak hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga fasilitas asrama dan pembinaan terpadu bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sinjai, Andi Idnan, dalam perbincangan santai bersama media kosongsatunews.com pekan lalu, mengungkapkan bahwa progres pembangunan fisik gedung Sekolah Rakyat kini telah mencapai sekitar 70 persen.
“Insyaallah targetnya rampung bulan Juli mendatang,” ujar Andi Idnan.

Di tengah proses pembangunan itu, perekrutan siswa baru tetap mulai dibuka. Tidak hanya untuk tingkat SD dan SMP, tetapi juga jenjang SMA. Pemerintah tampaknya ingin memastikan proses pendidikan dan rekrutmen berjalan paralel dengan penyelesaian infrastruktur sekolah.
Sekolah Rakyat sendiri dirancang sebagai sekolah berasrama dengan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari pendidikan gratis, makan bergizi, pemeriksaan kesehatan berkala, hingga pembinaan karakter. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Di Sinjai, keberadaan sekolah tersebut mulai memunculkan harapan baru bagi masyarakat kecil yang selama ini sulit menjangkau pendidikan berkualitas. Tidak sedikit warga yang melihat proyek ini sebagai simbol keberpihakan negara terhadap kelompok rentan.
Namun besarnya anggaran yang digelontorkan juga membuat publik memberi perhatian besar terhadap kualitas pembangunan dan tata kelola program tersebut. Transparansi penggunaan anggaran, mutu bangunan, hingga kesiapan tenaga pendidik akan menjadi sorotan penting ke depan.
Jika seluruh target pembangunan selesai sesuai jadwal, kawasan Islamic Center Sinjai bukan hanya akan menjadi pusat aktivitas keagamaan, tetapi juga akan tumbuh sebagai salah satu pusat pendidikan sosial terbesar di wilayah selatan Sulawesi Selatan.
Bagi sebagian anak dari keluarga prasejahtera di Sinjai, Sekolah Rakyat mungkin bukan sekadar bangunan baru bernilai ratusan miliar rupiah. Ia adalah ruang harapan, tempat di mana masa depan mencoba dibangun kembali dari titik yang paling sederhana.(Yusuf Buraerah)









