“Jangan Difoto Sembarangan”, Respons Oknum MBG Saat Dikonfirmasi Keluhan Siswa

KOSONGSATUNEWS.COM, MAMASA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 005 Pambe, Kecamatan Tanduk Kalua’, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menjadi sorotan. Pasalnya, menu makanan yang disajikan kepada para siswa diduga minim variasi dan berulang kali menyajikan jenis masakan yang sama.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, keluhan terkait menu MBG tersebut bukan hanya terjadi sekali atau dua kali, melainkan telah berulang dalam beberapa kesempatan. Kondisi ini memicu kekecewaan di kalangan siswa yang menerima manfaat program tersebut.

Saat ditemui awak media, salah seorang siswa mengaku mulai merasa bosan dengan menu yang disajikan.

“Saya tidak suka, bosan dengan masakan itu. Masak hanya itu-itu saja,” ungkap seorang siswa dengan wajah cemberut.

Keluhan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pelayanan serta variasi menu yang diberikan kepada peserta didik. Padahal, program MBG diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga memperhatikan keberagaman menu agar siswa tetap memiliki selera makan yang baik.

Dalam upaya memperoleh penjelasan, awak media mencoba mengonfirmasi pihak yang disebut sebagai penanggung jawab kegiatan. Namun, saat dimintai keterangan terkait keluhan siswa, yang bersangkutan justru meminta agar pengambilan gambar tidak dilakukan sembarangan.

“Jangan difoto sembarang, Bu. Kalau ingin foto langsung ke dapur SPPG,” ujarnya.

Pernyataan tersebut dinilai belum menjawab substansi persoalan yang dipertanyakan, yakni terkait dugaan minimnya variasi menu yang disajikan kepada siswa penerima program MBG.

Sebagai program nasional yang menggunakan anggaran negara dan menyasar pemenuhan gizi peserta didik, pelaksanaannya diharapkan mengedepankan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, serta memenuhi standar gizi dan kualitas pelayanan yang telah ditetapkan.

Masyarakat berharap pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Tanduk Kalua’ segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan program tersebut, khususnya terkait variasi menu makanan yang diberikan kepada siswa.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Kecamatan Tanduk Kalua’ belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan siswa mengenai menu MBG yang diduga disajikan secara berulang. (Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *