Pegawai Bank Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Polres Majene Sigap Datangi TKP

Majene – Warga Kabupaten Majene dikejutkan dengan penemuan seorang wanita berinisial JR, 45 tahun yang diketahui merupakan salah satu pegawai bank di Majene dalam kondisi meninggal dunia di kamar nomor 104 Pondok 3R, Jalan Manunggal, Lingkungan Lembang Dhua, Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Majene, pada Rabu (3/6/2026).

Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat sekitar. Sejumlah warga tampak memadati area sekitar lokasi setelah kabar penemuan korban menyebar. Aparat kepolisian dari Polres Majene pun segera turun tangan melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Majene, AKBP Muhammad Amiruddin, memimpin langsung proses penanganan di lokasi bersama puluhan personel guna mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti yang dapat membantu mengungkap penyebab kematian korban.

Menurut Kapolres, korban pertama kali ditemukan setelah rekan-rekan sekantornya merasa khawatir karena korban tidak dapat dihubungi seperti biasanya. “Yang pertama mengetahui dan melaporkan kejadian ini adalah teman sekantornya. Mereka merasa curiga karena korban tidak memberikan respons saat dihubungi,” ujar AKBP Muhammad Amiruddin saat di lokasi kejadian.

Rasa khawatir tersebut mendorong salah seorang rekan korban untuk mendatangi tempat tinggalnya di Pondok 3R. Namun setibanya di lokasi, upaya memanggil dan mengetuk pintu kamar berkali-kali tidak mendapat jawaban dari dalam.

Karena tidak kunjung mendapatkan respons, rekan korban akhirnya mengambil inisiatif memecahkan kaca jendela kamar untuk melihat kondisi di dalam. Saat itulah korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada pihak kepolisian. Tidak lama berselang, personel Polres Majene tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan serta penyelidikan awal.

Kapolres Majene menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan visum guna memastikan penyebab pasti meninggalnya korban.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Untuk penyebab kematian belum bisa dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan dan visum dari tim medis,” jelasnya.

Setelah proses evakuasi selesai, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Majene untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Langkah tersebut dilakukan guna mengetahui penyebab kematian secara jelas sekaligus memastikan ada atau tidaknya indikasi tertentu yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa usai proses pemeriksaan medis selesai, jenazah korban direncanakan akan diberangkatkan ke Kabupaten Tanah Toraja, Sulawesi Selatan, untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan. (Tenri Aya/H.Yahya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *