SINJAI, kosongsatunews.com — Penggunaan mobil pelayanan keliling milik Puskesmas Manipi, Kecamatan Sinjai Barat, menjadi sorotan setelah muncul informasi dari seorang sumber berinisial HS yang mempertanyakan pemanfaatan kendaraan operasional tersebut.
Kepada wartawan, HS menyebutkan bahwa mobil pelayanan keliling yang diperuntukkan untuk mendukung kegiatan kesehatan masyarakat diduga kerap digunakan untuk menjemput dan mengantar Kepala Puskesmas (Kapus) Manipi ke Makassar. Menurutnya, penggunaan kendaraan tersebut disebut berlangsung cukup sering, khususnya menjelang akhir pekan.
HS juga mengungkapkan adanya informasi mengenai kerusakan yang dialami kendaraan tersebut. Ia menyebut mobil pelayanan keliling itu diduga pernah mengalami kecelakaan hingga menyebabkan kerusakan pada bagian samping kiri dan lampu kendaraan.
Selain itu, HS turut menyoroti proses perekrutan sopir yang mengoperasikan kendaraan tersebut. Menurutnya, terdapat sopir yang sebelumnya berhenti bekerja karena dinilai terlalu sering melakukan perjalanan mengantar dan menjemput kepala puskesmas.
“Padahal sejak kendaraan itu diserahkan oleh Dinas Kesehatan, yang kami dengar mobil pelayanan keliling hanya diperuntukkan bagi kegiatan dan pelayanan puskesmas,” ujar HS.
Lebih lanjut, HS mengaku mendapatkan informasi dari salah seorang staf puskesmas mengenai adanya insiden yang menyebabkan kerusakan kendaraan beberapa waktu lalu. Namun ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian tersebut.
HS, menduga bahwa kendaraan mengalami kecelakaan saat melakukan perjalanan ke luar daerah. Meski demikian, ia mengakui informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait.
Di sisi lain, Kepala Puskesmas Manipi, dr. Vera, membantah tudingan bahwa mobil pelayanan keliling digunakan untuk kepentingan pribadi.
Saat dikonfirmasi, dr. Vera menegaskan bahwa dirinya memiliki kendaraan pribadi dan tidak menggunakan mobil operasional puskesmas untuk urusan pribadi. Ia mengakui pernah dijemput dari Makassar menggunakan kendaraan puskesmas, namun hal itu dilakukan dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas kedinasan.
“Saya saya juga malu lo Pak, kalau mau memakai mobil Puskesmas untuk kepentingan pribadi. Saya punya mobil pribadi. Saya tidak bisa membawa mobil, jadi kadang dijemput jika ada kegiatan yang berkaitan dengan tugas di Makassar dan harus kembali bertugas di puskesmas,” ujarnya, Rabu 3 Juni 2026.
Terkait kerusakan kendaraan yang menjadi perhatian sejumlah pihak, dr. Vera menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi saat mobil digunakan untuk kegiatan kedinasan di wilayah Kota Sinjai.
Menurutnya, kejadian itu telah dilaporkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai. Ia juga menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.
“Saya siap bertanggung jawab untuk memperbaiki kerusakan tersebut dan hal itu sudah kami sampaikan kepada Pak Kadis,” tegasnya.
Hingga berita ini tayang, belum ada penjelasan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai mengenai dugaan penggunaan mobil pelayanan keliling tersebut maupun hasil evaluasi atas insiden kerusakan kendaraan yang dimaksud.(Yusuf Buraerah)















