LUWU TIMUR — Di tengah maraknya berbagai ajang olahraga dan hiburan rakyat yang digelar pemerintah daerah untuk memeriahkan hari jadi kabupaten, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memilih langkah yang tidak biasa. Sebuah turnamen domino dengan total hadiah fantastis mencapai Rp400 juta resmi diumumkan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Luwu Timur tahun 2026.
Dari poster yang beredar luas di media sosial, ajang bertajuk Open Turnamen Domino Bupati Cup I Tahun 2026 itu menampilkan Bupati Luwu Timur, Ir. H. Irwan Bachri Syam, bersama sejumlah pengurus Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI). Besarnya hadiah yang diperebutkan menjadikan turnamen ini bukan sekadar kompetisi rekreasi biasa, melainkan salah satu turnamen domino dengan nilai hadiah terbesar di kawasan Sulawesi.
Hadiah utama yang disiapkan panitia mencapai Rp130 juta untuk juara pertama, disusul Rp80 juta bagi juara kedua, Rp60 juta untuk juara ketiga, dan Rp40 juta bagi juara keempat. Sementara peserta yang mampu menembus peringkat 64 besar tetap berhak membawa pulang hadiah uang pembinaan.
Langkah ini menunjukkan bagaimana domino, permainan yang selama puluhan tahun identik dengan warung kopi dan teras rumah warga, kini bertransformasi menjadi cabang olahraga rekreasi yang semakin mendapat pengakuan. Dalam beberapa tahun terakhir, PORDI memang gencar menggelar berbagai kompetisi resmi di sejumlah daerah di Indonesia.
Tidak berlebihan jika turnamen ini diprediksi akan menyedot perhatian ribuan peserta dari berbagai kabupaten dan provinsi. Selain hadiah yang menggiurkan, panitia juga menyiapkan penghargaan khusus bagi PORDI dengan jumlah peserta terbanyak, daerah dengan kartu peserta terbanyak, hingga peserta yang datang dari lokasi terjauh.
Biaya pendaftaran yang dipatok sebesar Rp200 ribu per slot dinilai masih relatif terjangkau jika dibandingkan dengan total hadiah yang disediakan. Pendaftaran dibuka mulai 3 Juni 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 23 Juni 2026.
Bagi Luwu Timur, turnamen ini bukan semata-mata soal kompetisi domino. Ajang tersebut berpotensi menjadi penggerak ekonomi lokal. Kehadiran peserta dan pendamping dari berbagai daerah diperkirakan akan meningkatkan okupansi hotel, konsumsi di rumah makan, hingga aktivitas usaha mikro masyarakat sekitar lokasi kegiatan.
Di sisi lain, besarnya hadiah yang ditawarkan juga memunculkan ekspektasi tinggi terhadap profesionalisme penyelenggaraan. Transparansi pelaksanaan, sistem pertandingan yang fair, serta pelayanan kepada peserta akan menjadi faktor penting yang menentukan sukses tidaknya turnamen perdana ini.
Bagi sebagian masyarakat, domino mungkin masih dipandang sebagai permainan pengisi waktu luang. Namun bagi Luwu Timur, permainan yang sederhana itu kini diangkat menjadi instrumen promosi daerah sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarkomunitas.
Jika penyelenggaraannya berjalan sukses, Bupati Cup I Tahun 2026 berpotensi menjadi agenda tahunan yang tidak hanya dikenal di Sulawesi Selatan, tetapi juga masuk dalam kalender turnamen domino nasional. Sebuah langkah yang menunjukkan bahwa dari meja domino, sebuah daerah dapat membangun citra, menggerakkan ekonomi, dan menciptakan ruang pertemuan bagi masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia.(Yusuf Buraearah)















