PAREPARE, KOSONGSATUNEWS.COM, – Biaya administrasi pengisian saldo (top up) kartu elektronik untuk akses masuk ke kawasan Pelabuhan Nusantara Parepare, Sulawesi Selatan, kembali menuai keluhan dari pengguna jasa pelabuhan.
Sejumlah warga menilai biaya administrasi sebesar Rp10.000 per transaksi terlalu tinggi jika dibandingkan dengan biaya layanan serupa di sejumlah gerai maupun fasilitas publik lainnya.
Salah seorang pengguna jasa pelabuhan yang hampir setiap hari beraktivitas di kawasan tersebut mengaku keberatan dengan besaran biaya administrasi yang dikenakan.
“Biaya admin isi top up di sini sangat mahal, Pak,” ujarnya saat ditemui di kawasan Pelabuhan Parepare, Jumat (26/6/2026), siang
Menurutnya, biaya administrasi tersebut seharusnya disesuaikan dengan tarif yang berlaku di tempat lain, seperti gerai ritel modern maupun layanan pengisian kartu elektronik di jalan tol.
“Disesuaikanlah dengan biaya admin pada umumnya, seperti di Alfamart atau di jalan tol Makassar. Apalagi yang mengelola jasa pengisian top up ini bukan masyarakat lain, tetapi oknum pegawai Pelindo,” tuturnya.
Warga tersebut berharap manajemen PT Pelindo memberikan perhatian terhadap keluhan para pengguna jasa agar biaya administrasi dapat dievaluasi.
Selain itu, ia juga meminta aparat penegak hukum melakukan pengawasan apabila ditemukan adanya dugaan penyimpangan dalam penerapan biaya administrasi tersebut.
“Ini patut diduga ada praktik yang perlu ditelusuri karena biaya administrasinya jauh lebih mahal dibandingkan outlet lain. Kami berharap Pelindo maupun aparat hukum dapat memberikan perhatian dan mengusut jika memang ditemukan adanya pelanggaran,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Pelindo Regional Parepare belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. (MDS)



















