SINJAI, KOSONGSATUNEWS.COM, – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengklaim terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan melalui penguatan kinerja, transformasi bisnis berkelanjutan, serta komitmen menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan negara.
Hal tersebut disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi Kosongsatunews.com dari BRI Kabupaten Sinjai pada Selasa, 7 Juli 2026.
Dalam rilis tersebut dijelaskan bahwa di bawah supervisi Danantara, BRI mencatatkan kinerja keuangan yang menjadi dasar pembagian dividen tunai Tahun Buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham. Nilai tersebut disebut sebagai dividen terbesar sepanjang sejarah BRI.
Pembagian dividen tersebut mengacu pada laba konsolidasian tahun buku 2025 sebesar Rp57,132 triliun, dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp56,65 triliun.
Kinerja positif itu, berlanjut pada Triwulan I 2026. BRI membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun, tumbuh 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara penyaluran kredit mencapai Rp1.562 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.555 triliun.
Dalam rilis tersebut, Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa keberadaan Danantara menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, mempercepat transformasi, sekaligus meningkatkan kontribusi BRI terhadap program-program strategis nasional, termasuk pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Selain membagikan dividen terbesar sepanjang sejarah, BRI juga menyampaikan sejumlah capaian lainnya, di antaranya pelaksanaan transformasi BRIVolution Reignite, rebranding perusahaan dengan slogan “Satu Bank untuk Semua”, peningkatan efisiensi pendanaan melalui penurunan cost of fund menjadi 2,3 persen, serta pertumbuhan dana murah (CASA).
Di sektor pembiayaan, BRI menyebut telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp84,36 triliun hingga Mei 2026 atau sekitar 46,87 persen dari total alokasi tahun ini. Mayoritas pembiayaan diarahkan ke sektor produktif, terutama pertanian.
Perseroan juga mengungkapkan komitmennya dalam mendukung sektor perumahan melalui penyaluran Kredit Pemilikan Properti (KPP) yang telah mencapai Rp9,5 triliun, serta melanjutkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembinaan Desa BRILiaN, LinkUMKM, dan program Klasterku Hidupku.
Masih dalam keterangan tertulis tersebut, Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menyatakan bahwa kinerja positif bank-bank Himbara diharapkan mampu memperkuat pembiayaan sektor-sektor produktif, termasuk UMKM, manufaktur, hilirisasi, dan infrastruktur, guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
(Yusuf Buraerah, SH)






















