SIDRAP, KOSONGSATUNEWS.COM, – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai program pendampingan, pelatihan, hingga peningkatan kapasitas usaha.
Salah satu program unggulan yang dijalankan melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) adalah Program Desa BRILiaN.
Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian desa melalui peningkatan literasi keuangan, digitalisasi, serta pengembangan potensi ekonomi berbasis desa.
Melalui Desa BRILiaN, masyarakat desa memperoleh pendampingan dalam pengelolaan usaha, pengembangan produk unggulan, manajemen keuangan, perizinan usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pasar.
Hingga saat ini, BRI telah membina 5.245 Desa BRILiaN di seluruh Indonesia. Selain itu, BRI juga melayani 15,6 juta pengguna LinkUMKM serta mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku sebagai upaya memperkuat kapasitas pelaku usaha rakyat agar mampu naik kelas secara berkelanjutan.
Khusus di wilayah kerja BRI Regional Makassar yang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku, tercatat telah terbentuk 528 Desa BRILiaN binaan BRI.
Beberapa desa binaan yang menjadi contoh keberhasilan antara lain Desa Tompobulu di Kabupaten Pangkep yang mengembangkan potensi pertanian dan inovasi kuliner tradisional saraba daun kelor, Desa Nepo di Kabupaten Barru dengan konsep Desa Wisata Kampung Habibie Kecil, Desa Paccelekang di Kabupaten Gowa, serta Desa Panincong di Kabupaten Soppeng yang berhasil masuk dalam 40 Desa BRILiaN terbaik tingkat nasional.
Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Makassar, D. Argo Prabowo, mengatakan Program Desa BRILiaN telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan perekonomian desa melalui inovasi yang berkelanjutan.
“Program pemberdayaan Desa BRILiaN telah berperan dalam mendorong peningkatan ekonomi desa di Indonesia. Program ini merupakan upaya BRI untuk mendorong inovasi berkelanjutan bagi desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” ujarnya. Rabu,(8/7/2026).
Menurut Argo, komitmen BRI dalam melayani UMKM tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga bertujuan menghadirkan kesejahteraan sosial bagi masyarakat.
“Melayani dan memberdayakan UMKM bukan hanya soal bisnis, tetapi yang lebih penting adalah menghadirkan kesejahteraan sosial. Semoga konsep Desa BRILiaN ini tidak hanya dapat diterapkan di Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi negara lain,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Nepo, Muhammad Toaha, mengakui kehadiran Program Desa BRILiaN telah membantu masyarakat mengembangkan berbagai potensi ekonomi desa.
Menurutnya, BRI memberikan pendampingan dalam inovasi produk, penguatan usaha, hingga memperluas akses pemasaran bagi produk unggulan desa.
“BRI membantu inovasi dan pengembangan potensi desa yang dimiliki sehingga mampu mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. Berbagai layanan BRI juga telah hadir di desa, termasuk QRIS yang kini banyak dimanfaatkan warga. Bahkan produk unggulan seperti madu hutan telah dipromosikan melalui Localoka BRI,” ungkapnya.
Program Desa BRILiaN menyasar berbagai elemen masyarakat desa, mulai dari pemerintah desa, pengurus BUMDes, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pelaku UMKM desa, hingga pegiat produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades).
Melalui program tersebut, BRI berharap dapat melahirkan desa-desa percontohan yang mandiri, inovatif, adaptif terhadap perkembangan digital, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. (MDS)






















