SIDRAP, KOSONGSATUNEWS.COM, — Memasuki momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pembangunan nasional melalui berbagai inisiatif yang memperluas akses layanan keuangan masyarakat.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, BRI mendorong pemerataan akses layanan keuangan sejalan dengan semangat tema peringatan kemerdekaan tahun ini, yakni “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan ekosistem layanan yang memadukan jaringan fisik dan digital. Mulai dari Super App BRImo, BRILink Agen hingga Teras Kapal BRI, berbagai layanan tersebut dirancang untuk menjangkau masyarakat di wilayah dengan karakteristik geografis yang beragam.
Direktur Operations BRI, Hakim Putratama, mengatakan perluasan akses layanan merupakan bagian dari komitmen BRI untuk mendukung aktivitas transaksi keuangan masyarakat di berbagai wilayah.
“BRI terus berupaya menghadirkan layanan yang mudah diakses, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Langkah ini sekaligus memperkuat sinergi BRI dan Danantara dalam mendorong transformasi layanan yang semakin berorientasi pada masyarakat,” ujar Hakim di Jakarta. Selasa,(18/8/2026).
Menurutnya, salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program CX100 yang berfokus pada peningkatan customer experience dengan menghadirkan kualitas layanan yang semakin dekat, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Hingga Juni 2026, BRI memiliki lebih dari 7.000 jaringan kantor yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut tidak hanya berada di pusat-pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga menjangkau sejumlah wilayah terjauh seperti Gunung Sitoli, Abepura, Tahuna, dan Kupang.
Kehadiran BRI juga diperkuat di kawasan perbatasan negara. Sebanyak 20 unit kerja BRI saat ini tersebar di kawasan perbatasan, terdiri dari 14 unit di perbatasan Indonesia-Timor Leste, satu unit di perbatasan Indonesia-Papua Nugini, serta lima unit di perbatasan Indonesia-Malaysia.
BRImo dan BRILink Perluas Jangkauan
Selain jaringan fisik, BRI terus mengembangkan kanal digital untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat.
Hingga Juni 2026, Super App BRImo telah digunakan oleh 49,7 juta pengguna. Melalui layanan tersebut, nasabah dapat memenuhi berbagai kebutuhan finansial selama 24 jam, mulai dari transfer, pembayaran, pembelian hingga berbagai layanan lainnya.
Di tingkat komunitas, BRILink Agen menjadi salah satu ujung tombak BRI dalam mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat.
Hingga Juni 2026, terdapat sekitar 1,19 juta BRILink Agen yang melayani masyarakat di lebih dari 60.753 desa di Indonesia.
BRILink Agen menyediakan berbagai layanan seperti tarik tunai, setor tunai, transfer dana hingga pembayaran tagihan. Selain memperluas akses perbankan, keberadaan agen juga membuka peluang usaha bagi masyarakat dan ikut menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat lokal.
Pilihan transaksi masyarakat juga didukung lebih dari 19.000 ATM dan CRM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Teras Kapal Hadir di Wilayah Kepulauan
Untuk menjangkau masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan, BRI menghadirkan layanan adaptif melalui Teras Kapal BRI.
Layanan perbankan terapung tersebut mendatangi masyarakat di pulau-pulau kecil dan kawasan pesisir yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan.
Saat ini, BRI mengoperasikan sejumlah Teras Kapal, di antaranya Bahtera Seva I di Kepulauan Seribu yang menjangkau enam pulau, Bahtera Seva II di Halmahera Selatan, Bahtera Seva III di Kepulauan Anambas yang melayani enam pulau, serta Nera Seva di Labuan Bajo yang menjangkau 10 pulau.
Layanan tersebut menyediakan berbagai kebutuhan perbankan, mulai dari setor dan tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan, pembukaan rekening simpanan, pengajuan pinjaman hingga transaksi pembayaran.
Teras Kapal BRI juga menyediakan tambahan kas bagi BRILink Agen dan dilengkapi satu unit ATM pada setiap kapal untuk mendukung kebutuhan transaksi masyarakat.
Hakim menegaskan, seluruh layanan tersebut didukung infrastruktur teknologi informasi dan sumber daya manusia yang kompeten, termasuk teller, customer service serta petugas kredit mikro.
“Dari kawasan perbatasan terdepan hingga pulau-pulau terluar, kami ingin memastikan bahwa kemajuan layanan perbankan dapat dirasakan secara inklusif sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutup Hakim. (MDS)
















