MAKASSAR, KOSONGSATUNEWS.COM – Kota Makassar saat ini dalam kondisi *darurat energi*. Seluruh SPBU di kota ini lumpuh oleh antrean panjang kendaraan hingga meluber ke badan jalan. Di saat bersamaan, gas LPG 3 kg juga ikut menghilang dari pasaran.
Melihat kondisi tersebut, *Satria Tubarania Indonesia* angkat bicara dan mengecam keras kinerja PT Pertamina Patra Niaga Regional Makassar.
Ketua Umum Satria Tubarania Indonesia, *Dg. Emba* menegaskan kelangkaan ini adalah bentuk nyata kegagalan tata kelola distribusi energi di Sulawesi Selatan.
“Ini sudah darurat! BBM subsidi habis, gas 3 kg raib. Dari pagi sampai malam rakyat antre, ujung-ujungnya pulang tangan kosong. Pertamina bilang stok aman, mana buktinya?” tegas Bang Emba, Sabtu (6/9/2026).
#### *Rakyat Menjerit di Tengah Antrean*
Pantauan media ini, antrean kendaraan roda dua, roda empat hingga truk logistik terjadi di semua titik SPBU. Warga rela menunggu hingga larut malam demi mendapatkan BBM.
Hal yang sama terjadi pada LPG 3 kg.
“Sudah keliling ke semua pangkalan dan toko jawabannya habis. Bagaimana mau masak? BBM susah, gas susah, listrik juga sering padam,” keluh *Fatma*, ibu rumah tangga.
*Kebo*, karyawan warkop cahaya 3 Jalan Tentara Pelajar Makassar juga mengaku hal senada. “Cari 1 tabung gas 3 kg saja tidak dapat. Semua bilang kosong.”
Sopir angkutan barang pun menjerit. Waktu habis untuk antre, solar di pengecer harganya melambung, dan keterlambatan pengiriman tidak bisa dihindari. Pelaku UMKM khawatir harga bahan pokok akan ikut naik.
#### *Desak Copot Kepala Regional Pertamina*
Bang Emba menilai ini bukan sekadar kelangkaan biasa. Ia menduga ada kebocoran distribusi dan praktik penimbunan oleh oknum.
“Solar subsidi dan gas 3 kg yang harusnya untuk rakyat kecil, diduga dialihkan untuk kepentingan tertentu. Rakyat jadi korban, oknum di atas enak-enakan,” sentaknya.
Ia mendesak *Kepala PT Pertamina Patra Niaga Regional Makassar* untuk dievaluasi bahkan dicopot dari jabatannya karena dinilai gagal menjamin ketersediaan energi.
“Kami tidak butuh imbauan ‘jangan panic buying’. Kami butuh bukti. BBM ada di SPBU, LPG ada di pangkalan. Kalau tidak mampu, mundur! Kami juga minta APH dan Pemprov Sulsel segera audit seluruh rantai distribusi,” pungkasnya.
Kini warga Makassar hanya bisa berharap antrean panjang segera berakhir dan energi kembali normal.
_Laporan: Andi Umar





















