PAREPARE, KOSONGSATUNEWS.COM — Kepengurusan baru Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Parepare periode 2026–2030 resmi terbentuk. Amarun Agung Hamka dipercaya memimpin organisasi tersebut untuk membawa pembinaan bulutangkis Parepare ke arah yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Pelantikan dan pengukuhan pengurus PBSI Parepare berlangsung di Lapangan Bulutangkis Titik Kumpul, Kota Parepare, Selasa (8/9/2026), sekaligus dirangkaikan dengan pembukaan BILIBILI 162 CUP I Tahun 2026.
Dalam kepemimpinannya, Amarun menegaskan bahwa keberhasilan kepengurusan PBSI tidak cukup diukur dari terlaksananya berbagai kegiatan. Perubahan nyata serta prestasi atlet menjadi ukuran utama yang ingin dicapai selama masa kepengurusannya.
“Saya ingin kepengurusan dinilai dari perubahan yang mampu kita hasilkan. Itulah ukuran kita,” tegas Amarun.
Sekretaris Daerah Kota Parepare itu menjadikan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan di Wajo dan Bone sebagai salah satu agenda penting PBSI Parepare.
Namun, persiapan menuju ajang tersebut tidak hanya diarahkan pada pencapaian prestasi jangka pendek. PBSI Parepare juga akan didorong membangun sistem pembinaan yang mampu menghasilkan atlet secara berkesinambungan.
“Persiapan kita fokus pada kesiapan atlet menghadapi Porprov di Wajo dan Bone. Kita ingin membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Amarun, pembinaan atlet membutuhkan kerja bersama. PBSI tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah, KONI, PBSI Sulsel, klub, pelatih, official, orang tua, hingga komunitas dan pecinta bulutangkis.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen tersebut memperkuat kolaborasi agar potensi atlet Parepare dapat berkembang secara maksimal.
“Kita semua memiliki tugas. PBSI Parepare tidak dapat jalan sendiri. Kita butuh dukungan dari provinsi, KONI, dan semua pecinta bulutangkis,” katanya.
Amarun juga berharap PBSI Sulsel dapat terus memberikan arahan dan dukungan kepada kepengurusan Parepare dalam menjalankan program pembinaan.
Baginya, prestasi atlet nantinya menjadi cerminan dari kerja organisasi selama periode kepengurusan 2026–2030.
“Pada akhirnya kita ingin dikenal dengan prestasi yang kita capai. Prestasi akan menjawab hasil kerja kepengurusan kita. Jaga kekompakan, perkuat pembinaan,” tegasnya.
Dukungan terhadap kepengurusan baru tersebut disampaikan Ketua PBSI Sulawesi Selatan, Prof. Warsinggih. Ia optimistis kepemimpinan Amarun Agung Hamka mampu membawa PBSI Parepare berkembang lebih baik.
“Saya yakin kepengurusan Pak Hamka, PBSI yang baru ini akan maju,” ungkapnya.
Ia berharap Parepare mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.
“Semoga PBSI Kota Parepare dapat mencetak atlet-atlet yang bisa berkompetisi di kancah lebih tinggi,” harap Warsinggih.
Sementara itu, Pemerintah Kota Parepare melalui Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto Pasennangi, turut memberikan dukungan terhadap kepengurusan baru PBSI.
Hermanto menyampaikan salam dari Wali Kota Parepare Tasming Hamid yang berhalangan hadir sekaligus menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus PBSI Parepare yang baru dilantik.
Menurut Hermanto, pelantikan tersebut harus dimaknai sebagai awal dari tanggung jawab untuk membangun olahraga bulutangkis secara lebih serius.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal dari amanah dan tanggung jawab untuk membawa bulutangkis Parepare semakin maju, terarah, dan berprestasi,” ujarnya.
Momentum pelantikan juga langsung diisi dengan kegiatan kompetisi melalui BILIBILI 162 CUP I. Hermanto menilai keberadaan turnamen menjadi langkah konkret dalam menciptakan ruang bagi atlet untuk bertanding, menguji kemampuan sekaligus membangun karakter.
“Bagi kita, turnamen bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Di atas lapangan kita mencari prestasi, tetapi di dalam prosesnya kita membangun karakter,” katanya.
Pemerintah Kota Parepare, lanjut Hermanto, ingin menjadikan olahraga sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Ia berharap Parepare ke depan bukan hanya dikenal sebagai lokasi penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga sebagai daerah yang mampu melahirkan atlet-atlet berkualitas dari kawasan Ajatappareng.
“Kita ingin Parepare tidak hanya menjadi tempat bertanding, tetapi menjadi tempat lahirnya atlet-atlet hebat yang membawa nama Parepare, Ajatappareng, dan Sulawesi Selatan ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Ketua KONI Parepare, Fadly Agus Mante, juga mendorong kepengurusan PBSI yang baru melakukan penataan dan revitalisasi organisasi. Menurutnya, kepengurusan yang produktif diperlukan agar roda organisasi dapat berjalan efektif dan memberikan dampak terhadap perkembangan olahraga.
“Mari kita besarkan PBSI dengan kepengurusan yang baru ini,” ajaknya.
Dengan kepengurusan baru, dukungan pemerintah serta keterlibatan klub dan pembina, PBSI Parepare diharapkan mampu menjadikan periode 2026–2030 sebagai fase penguatan pembinaan sekaligus momentum mengejar prestasi bulutangkis di tingkat Sulawesi Selatan dan nasional. (**)





















