SIDRAP, KOSONGSATUNEWS.COM — Himpunan Mahasiswa Administrasi Kesehatan (HIMADKES) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar Musyawarah Himpunan (Musyhim) ke-IV. Kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi kepengurusan sekaligus menyusun arah organisasi untuk periode selanjutnya.
Musyhim IV HIMADKES berlangsung di Ruang Perkuliahan A3 FIK UMS Rappang, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan mengusung tema “Merajut Kembali Solidaritas, Menyatukan Langkah untuk HIMADKES yang Lebih Harmonis dan Berkualitas.”
Musyawarah tersebut dibuka Wakil Rektor III UMS Rappang, Dr. Herman D, S.Pd., S.IP., M.Si. Turut hadir Wakil Dekan II FIK UMS Rappang, Muhammad Rusdi, S.Ag., M.Adm.KP., jajaran pengurus HIMADKES, serta organisatoris internal UMS Rappang.
Dalam sambutannya, Dr. Herman memberikan apresiasi kepada pengurus HIMADKES periode sebelumnya yang dinilai telah memberikan kontribusi dalam mengembangkan organisasi.
“Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, perjuangan, dan semangat saudara-saudara semua dalam rangka tetap berkomitmen bersama Muhammadiyah, mengembangkan garis perjuangan dan nilai-nilai Muhammadiyah,” kata Dr. Herman.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Musyhim IV sebagai ruang untuk melahirkan kepengurusan baru yang memiliki talenta, dedikasi, serta semangat pengabdian dalam mengembangkan HIMADKES.
Dr. Herman berharap HIMADKES tidak hanya aktif pada tingkat lokal, tetapi mulai membangun prestasi hingga tingkat nasional. Salah satu yang didorong adalah keterlibatan mahasiswa dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
“Jangan hanya menjadi pemain lokal. Bagaimana menjadi pemain di tingkat nasional? Jangan jago kandang saja,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa Administrasi Kesehatan memiliki potensi besar untuk menghasilkan karya yang dapat berkompetisi secara nasional.
Herman mengungkapkan, UMS Rappang pada tahun ini telah mengusulkan 37 proposal PKM. Namun, belum ada proposal yang berhasil lolos ke tingkat nasional.
Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu dibenahi adalah budaya mengerjakan proposal menjelang batas akhir pengunggahan atau injury time. Kondisi tersebut membuat proses seleksi dan penyempurnaan proposal tidak berjalan maksimal.
“Selalu bertanya kapan terakhir, kapan terakhir. Belum pernah ada yang bertanya ke saya kapan dimulai,” katanya.
Selain mengejar prestasi, Dr. Herman menekankan pentingnya membangun jejaring atau networking melalui kompetisi dan kegiatan mahasiswa tingkat nasional. Menurutnya, keterlibatan dalam forum nasional dapat membuka jaringan mahasiswa dengan perguruan tinggi lain di Indonesia.
Di sisi lain, Warek III berpesan kepada pengurus HIMADKES yang mengakhiri masa kepengurusannya agar tidak menganggap tanggung jawab organisasi selesai setelah pergantian kepengurusan.
Ia meminta pengurus lama tetap mendampingi dan membina pengurus baru agar keberlanjutan organisasi tetap terjaga.
“Jangan mengira bahwa tanggung jawabnya selesai. Malah tanggung jawab itu semakin tinggi. Tanggung jawab itu melekat pada diri saudara-saudara semua untuk bagaimana tetap mendampingi dan membina adik-adiknya,” katanya.
Dr. Herman juga mengingatkan seluruh organisatoris mahasiswa UMS Rappang agar tetap menjadikan nilai-nilai Muhammadiyah sebagai landasan dalam menjalankan organisasi.
Menurutnya, mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan UMS Rappang merupakan bagian dari keluarga besar Muhammadiyah. Karena itu, nilai perjuangan dan identitas Muhammadiyah harus tetap melekat dalam setiap aktivitas organisasi.
“Semua organisasi kemahasiswaan yang ada di Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang harus punya komitmen bahwa Anda ada di bawah naungan Muhammadiyah, sehingga nilai-nilai perjuangan tidak bisa terlepas dari Muhammadiyah,” pungkasnya.
Musyhim IV HIMADKES selanjutnya menjadi forum bagi mahasiswa untuk melakukan evaluasi kepengurusan, menyusun program kerja, serta menentukan kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa HIMADKES semakin solid, harmonis, berkualitas, dan berprestasi. (MDS)














