Antisipasi Banjir, Pemkot Parepare Benahi dan Rehabilitasi Saluran

PAREPARE, KOSONGSATUNEWS.COM — Mengantisipasi meluapnya genangan air dan banjir pada musim hujan, Pemerintah Kota Parepare melakukan pembenahan dan rehabilitasi beberapa saluran serta normalisasi sungai.

Pembenahan dan rehabilitasi serta normalisasi sungai, ditindak lanjuti oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan ( PUPRHub ) dengan fokus penanganan terhadap 18 titik wilayah yang dikategorikan rawan genangan.

Kepala Dinas PUPRHub, Aswin Syam kepada media ini di ruang kerjanya, Selasa (03/11/2026) mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya genangan air di musim hujan, telah dibentuk Satgas penanganan banjir dan genangan dengan fokus normalisasi saluran dan sungai.

“Satgas penanggulangan genangan dan banjir sengaja dibentuk sebagai upaya penanganan secara serius dan optimal normalisasi saluran untuk mencegah dan meminimalkan resiko banjir saat musim hujan,” ujar Aswin.

Menurut Aswin, normalisasi saluran sebagai proses mengembalikan atau meningkatkan fungsi dan kapasitas tampung saluran air ke kondisi optimalnya. Sehingga 18 titik rawan genangan menjadi fokus pembenahan dan rehabilitasi saluran.

“Langkah antisipasi yang sangat krusial adalah melakukan normalisasi terhadap sungai Karajae dan Jawi Jawi, agar tidak terjadi luapan air yang dapat memicu banjir di beberapa wilayah di Parepare. Serta beberapa saluran yang rawan tidak mampu menampung aliran air akan dibuatkan saluran pelintas.

Ditempat yang sama, Koordinator satgas penaggulangan genangan dan banjir Dinas PUPRHub Kota Parepare, Mulyadi mengaku sampai saat ini satgas masih terus melakukan pembenahan dan normalisasi beberapa saluran yang mengalami pendangkalan dan pnyempitan, baik diakibatkan oleh penumpukan lumpur maupun sampah.

“Ada beberapa drainase mengalami pendangkalan akibat penumpukan lumpur, tanah dan sampah. Sehingga dilakukan pengerukan, baik menggunakan alat berat maupun dikerjakan secara manual untuk memperdalam dasar saluran,” jelas Mulyadi.

Menurut Mulyadi, salah satu pemicu akan terjadinya genangan air adalah tumpukan material di beberapa drainase mulai dari sampa domestik, sisa material bangunan serta tanaman liar akan menghambat aliran air ke hilir.

” Tumpukan sampah dan material di beberapa saluran telah diangkat, dan setiap hari kami dari tim satgas memantau kondisi saluran dan melakukan tindakan jika berpotensi menghambat aliran air,” katanya.

Mulyadi menghimbau kepada masyarakat yang mengalami pendangkalan drainase di wilayahnya, baik akibat sedimen maupun penumpukan sampah agar mengadukan ke satgas penaggulangan genangan dan banjir di kantor Dinas PUPRHUB Kota Parepare atau mengadukan ke Kelurahan setempat.

Saluran air sering kali mengalami pendangkalan akibat penumpukan lumpur, tanah, dan sampah. Pengerukan dilakukan menggunakan alat berat (seperti ekskavator) untuk memperdalam dasar saluran sehingga volume air yang dapat ditampung menjadi jauh lebih besar. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *