(Ditulis oleh Mukhlis Hs, penggiat Media Social)
OPINI – Kejelian mengenali kandidat, rekam jejaknya, hingga visi misi dan program kerja yang bakal dijalankan bila kelak terpilih menjadi kepala daerah adalah hal penting bagi masyarakat yang menginginkan kemajuan bagi daerahnya. Salah satu Calon Bupati yang saat ini diunggulkan adalah Muzaayin Arif yang populer dengan akronim MA.
Calon Bupati Sinjai yang dikenal dengan tagline MAIKI ini adalah putra dari KH. Arif Marzuki Hasan atau cucu dari ulama kharismatik sinjai yakni KH. Marzuki Hasan. Lahir dan tumbuh di lingkungan pesantren menjadikannya lekat dengan nilai religius sehingga membentuk karakter kepemimpinan yang baik dan sejalan dengan nilai-nilai luhur. Nampak dari jejak perjalanan karirnya, Muzayyin Arif selalu mendapat tempat sebagai pemimpin karena memiliki semangat yang tinggi, amanah, bertanggung jawab, disiplin, terpercaya, visioner dan moderat.
Tidak berlebihan jika dikatakan demikian. Sebab hal ini telah teruji dari rekam. Jejak kepemimpinannya baik di dunia politik, pendidikan, ekonomi dan organisasi kelembagaan lainnya. Faktanya, Muzayyin terpilih dua kali menjadi legislator dan menjadi dewan pimpinan di DPRD provinsi makassar.
Bisa terpilih dua kali dengan suara terbanyak partai adalah bentuk kepercayaan publik terhadap integritas MUZAYYIN arif yang mumpuni. Tidak hanya religius, ia juga sosok pemimpin moderat yang mampu mempersatukan berbagai kalangan, memiliki pemikiran yang terbuka, transparan, dan membuat sosoknya begitu diterima masyarakat dari berbagai kalangan.
Soal kemajuan dan pembangunan daerah, pendidikan adalah hal paling penting yang tak boleh terlewatkan oleh calon kepala daerah yang visioner. Pendidikan merupakan salah satu faktor kunci yang memiliki peran penting dalam pembangunan suatu daerah. Dalam konteks pembangunan, pendidikan dianggap sebagai pilar utama yang mendukung pembangunan ekonomi, sosial, dan politik.
Pasangan Muzayyin Arif – Andi Ikhsan Hamid dianggap pasangan calon bupati yang paling peduli soal pendidikan. Besarnya kepedulian pasangan MA-AIH akan pendidikan ini hadir dengan program mencetak 1000 cendekiawan yang dicanangkannya jika terpilih menjadi kepala daerah.
Jika dilihat dari rekam jejaknya, bukanlah hal mustahil jika Muzayyin Arif dianggap calon yang paling peduli dengan dunia pendidikan. Direktur Sekolah Insan Cendekia Madani ini memiliki rekam jejak yang banyak dalam upayanya membangun kecerdasan anak bangsa. Sejak tahun 2012 Muzayyin Arif sudah menjadi Ketua Yayasan Jimly School of Law Government. Kemudian bersama Imam Syamsi Ali ia juga mempelopori berdirinya Pesantren Pertama di Amerika Serikat dan memimpin Program Global Leadership (Program Kepemimpinan untuk Para Pemuda) di Amerika.
Tak hanya itu saja, sebagai wakil ketua DPR Provinsi Sulawesi Selatan Muzayyin juga berhasil memperjuangkan aspirasi BKPRMI, untuk insentif guru mengaji ke Pemprov Sulsel. Atas kepeduliannya terhadap pendidikan, Muzayyin juga pernah mendapat penghargaan sebagai tokoh peduli pendidikan Al-Qur’an tingkat nasional 2022.
Sebagai masyarakat sinjai Kita semua sangat mendambakan bupati yang memiliki kualitas, kapabilitas serta integritas yang mampu memahami persoalan sistemik, jelas, tegas serta faham mengarahkan dan memberdayakan multi potensi daerah secara efektif. Soal potensi daerah , sinjai memiliki potensi pertanian, Peternakan dan kelautan yang menjanjikan. Hal ini akan terkelola dengan baik jika yang memimpin sinjai kelak adalah figur yang berpengalaman dan minimal pernah terlibat dalam sektor pengembangan tersebut.
Muzayyin Arif adalah sosok yang dikenal kepeduliannya terhadap aspek pertanian, peternakan dan kelautan. Salah satu problem di bidang pertanian di sulawesi selatan adalah kelangkaan pupuk dan distribusi yang tidak berimbang. Dinamika ini sudah terbaca oleh Muzayyin Arif sejak tahun 2010. Inilah yang menginisiasi MA untuk mencari alternatif masalah tersebut dan kemudian menjadi Sekretaris Asosiasi Produsen Pupuk Organik dan Hayati Indonesia (APPOHI) Wilayah Sulawesi Selatan pada tahun 2010.
Muzayyin Arif juga telah lama berkecimpung di bidang kelautan dan pengembangan masyarakat nelayan. Di tahun 2011 Muzayyin Arif terpilih menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia di Jakarta. Beliau banyak melahirkan terobosan-terobosan terhadap pemberdayaan masyarakat nelayan tradisional. Tidak hanya itu, sebagai bukti perhatian serius Muzayyin bagi masyarakat nelayan, di tahun 2012 ia kemudian diberi amanah sebagai Bendahara Umum Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) .
Muzayyin Arif tidak hanya faham soal dinamika pertanian dan kelautan dimana potensi di dua sektor ini sangat menjanjikan di daerah sinjai, namun ia juga sudah lama membuktikan peran-peran strategisnya di sektor tersebut. Sehingga untuk memahami dan mengelola potensi pertanian dan kelautan sinjai, Muzayyin adalah sosok calon bupati yang paling tepat.








