Semakin Bergairah dan Tak Terhitung, Safari Subuh Berjemaah Majelis Syuhada di Masjid Besar Nurul Huda Labukkang Parepare

KOSONGSATUNEWS.COM, PAREPARE,- Majelis Syuhada Kota Parepare kembali melaksanakan safari shalat subuh berjemaah dengan penuh gairah serta tetap istiqamah Hinga jumlahnya tidak terhitung dengan pakaian serba putih, kali ini di Masjid Besar Nurul Huda Labukkang Kelurahan Mattirotasi Kecamatan Ujung Kota Parepare, Jumat 24 April 2026.

Turut hadir membersamai safari shalat subuh berjemaah Majelis Syuhada H Pangerang Rahim ketua Majelis syuro yang juga mantan Wakil Wali kota Parepare, Pembina AKBP ( Purn) H Muhabar SAg, Muassis H Bakhtiar Syarifuddin, mantan sekda Kota Parepare H Muhammad Husni Syam SH, mantan Kepala Kesbangpol Parepare Dr Salim Sultan, Mantan Kepala Keuagan Daerah H Nasarong SSos MH yang juga mantan anggota DPRD Parepare, mantan anggota DPRD Parepare H Minhajuddin Ahmad SAg, mantan Kadis Lingkungan Hidup Drs H Amie Lolo, mantan Kadis Pendidikan Kota Parepare H Anwar Saad SH MH, mantan Kadis Pendidikan Kabupaten Pinrang Drs H Andi Mappanyukki MSi

Juga turut hadir beberapa pejabat aktif Kadis Perpustakaan Drs H Ahmad Masdar MSi, Kabag Kesra H Muh Shodiq Asli Umar SH, sekretaris inspektorat Parepare Agus Salim SE MM, mantan Sekretaris KPU Drs H Nurdin Amin dan beberapa pejabat dan mantan pejabat Kota Parepare, para pengurus masjid se Kota Parepare,para ustadz, para pengurus Majelis Taklim se-Kota Parepare, jemaah dari luar daerah, jemaah masjid Besar Nurul Huda, dan beberapa jemaah lainnya membuat shaf shaf dipenuhi para jemaah serba putih ciri khas Majelis Syuhada.

Bertindak selaku pembawah sambutan penerimaan oleh Ketua DKM Masjid Besar Nurul Huda Labukkang H Abdul Samad Budu yang diwakili oleh pengurus yang juga imam Masjid Ustadz Said, imam adalah Ustadz Said, Penceramah singkat Ustadz Dr Abdul Latief penceramah Komunitas Penceramah Keren ( KPK) Parepare dan sambutan oleh Muassis Majelis Syuhada Parepare H Bakhtiar Syarifuddin SE.

Sambutan Penerimaan oleh.Ustadz Said membuka dengan mengatakan jemaah tergabung dalam Majelis Syuhada Parepare jumlahnya tidak terhitung bagaikan malaikat subuh dan terhitung sudah 4 kali di masjid Besar Nurul Huda Labukkang ini dengan jumlah jemaah fantastis, semoga menjadi berkah bagi kita semua serta mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf jika ada kekurangan dalam penerimaan.

” Alhamdulillah Sudah tercatat 4 kali Majelis Syuhada di Masjid kami ini, jumlahnya fantastis tidak terhitung bagaikan malaikat subuh dengan pakaian serba putih, tidak lupa saya mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf jika ada kekurangan dalam penerimaan kali ini”, katanya

Penceramah singkat oleh Ustadz Dr Abdul Latief antara lain mengatakan ciri Majelis Syuhada yaitu putihkan shaf, dan kali ini ceramah subuh dengan judul keistimewaan sedeqah terutama pada waktu subuh, yang begitu banyak manfaat dan pahalanya di sisi Allah SWT. ternyata orang yang bersedekah terutama pada waktu subuh dicatat dua malaikat yaitu satunya
mendoakan nanti lebih banyak lagi hartanya, dan satunya lagi memberikan kerusakan bagi mereka yang ” Masekke dan makeddu” kikir.

” Keistimewaan sadekah terutama subuh itu banyak sekali manfaat dan pahalanya, dimana dicatat dua malaikat dan mendoakannya, karena itu jdnganki “Masekke dan makeddi”, kikir karena bisa juga membuat kerusakan bagi kita”, ungkapnya.

Nikmat Allah adalah gratis, dan merupakan salah satu obat yang mujarab adalah sedekah, menjauhkan dari Bala’ dan memanjang umur,maka dari itu jangan makeddi dan Masekke mengeluarkan sadekah dan tidak melalui kesempatan ini menyarankan para jemaah masjid syuhada bersedekah secara rutin dengan jumlah walaupun hanya sedikit dan itu rutin bisa jumlahnya banyak,bahkan tidak menutup kemungkinan bisa membangun masjid nantinya.

” Karena nikmat Allah itu gratis, dan salah satu obat mujarab bagi penyakit adalah sadekah,bisa menjauhkan dari Bala’ dan.memanjanfkan umur,maka dari itu sekali lagi jangan ” Masekke dan makeddi” kikir untuk bersedekah dan kesempatan bagi jemaah Majelis Syuhada bersedekah sedikit demi sedikit, tidak menutup kemungkinan bisa membangun masjid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *