SMM Desak Polres Mamasa Bertindak, Bukti Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi Diklaim Sudah Lengkap

KOSONGSATUNEWS.COM, MAMASA — Sinergi Muda Mamasa (SMM) menyatakan sikap tegas terhadap lambannya penanganan laporan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi pada proyek pembangunan RSUD Kondosapata’. Dalam waktu dekat, SMM akan menggelar aksi besar-besaran di Kantor Polres Mamasa untuk mendesak agar laporan yang telah disampaikan segera diproses secara profesional, transparan, dan tanpa tebang pilih.

Bagi SMM, penegakan hukum tidak boleh berhenti pada penerimaan laporan semata. Masyarakat berhak memperoleh kepastian hukum, terlebih ketika laporan telah disertai bukti dan keterangan saksi yang dinilai memadai.

Ketua Harian SMM, Ryan Mewa’, menegaskan bahwa pihaknya telah menyerahkan foto, video, serta keterangan saksi sebagai lampiran laporan kepada Polres Mamasa.
“Kami telah melampirkan bukti berupa foto, video, dan keterangan saksi. Menurut kami, bukti-bukti tersebut sudah sangat kuat untuk menjadi dasar tindak lanjut oleh penyidik. Kami mendesak Polres Mamasa segera menunjukkan keseriusannya dalam menangani laporan ini,” tegas Ryan Mewa’.

Apabila tidak terdapat perkembangan yang jelas dalam penanganan perkara tersebut, SMM menyatakan akan meningkatkan eskalasi aksi sebagai bentuk kontrol masyarakat terhadap penegakan hukum.

Selain menggelar unjuk rasa di Kantor Polres Mamasa, SMM juga menyatakan akan melakukan aksi penyegelan terhadap lokasi proyek sebagai bentuk protes sampai terdapat kejelasan mengenai proses hukum atas laporan yang telah disampaikan.

SMM juga mengecam keras pernyataan oknum yang menyebut bahwa budaya Tallu Rara “hanyalah alasan orang Mamasa supaya bisa makan babi.”

Menurut SMM, pernyataan tersebut merupakan penghinaan terhadap nilai-nilai budaya masyarakat Mamasa dan telah melukai harga diri masyarakat adat.

SMM mendesak agar pihak yang menyampaikan pernyataan tersebut segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Mamasa.

Melalui aksi ini, SMM menegaskan bahwa perjuangan mereka bukan hanya menyangkut dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, tetapi juga menyangkut tegaknya supremasi hukum, keadilan bagi masyarakat, dan penghormatan terhadap martabat budaya Mamasa. (Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *