Kontribusi Nyata untuk Ekonomi Kerakyatan, BRI Setorkan Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah

ENREKANG, KOSONGSATUNEWS.COM,  – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus mempertegas komitmennya dalam mendukung sektor produktif dan memperkuat ekonomi kerakyatan. Hingga Mei 2026.

BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp84,36 triliun atau sekitar 46,87 persen dari total alokasi KUR tahun ini yang mencapai Rp180 triliun.

Mayoritas penyaluran KUR tersebut diarahkan ke sektor produktif, khususnya sektor pertanian yang menerima pembiayaan sebesar Rp35,91 triliun.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya BRI dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa perseroan akan terus menjalankan transformasi bisnis dengan tetap menjadikan pemberdayaan UMKM sebagai fokus utama.

“BRI akan terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. Kami ingin memastikan pertumbuhan Perseroan tidak hanya tercermin pada kinerja keuangan, tetapi juga pada kontribusi nyata dalam pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi kerakyatan,” ujarnya. Selasa, (7/7/2026).

Selain memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, BRI juga meningkatkan penyaluran Kredit Pemilikan Properti (KPP).

Hingga 31 Mei 2026, realisasi KPP mencapai Rp9,5 triliun kepada 68.212 debitur. Melihat tingginya permintaan, perseroan menaikkan target penyaluran KPP tahun ini dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun.

Di sisi lain, transformasi digital terus diperkuat melalui program BRIVolution Reignite yang berfokus pada penguatan bisnis inti, percepatan digitalisasi, peningkatan efisiensi operasional, dan pengembangan sumber pertumbuhan baru.

BRI juga mengusung identitas korporasi baru sebagai “Satu Bank untuk Semua”.

Upaya transformasi tersebut turut berdampak pada kinerja keuangan. Pada Triwulan I 2026, BRI mencatat laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyaluran kredit mencapai Rp1.562 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh menjadi Rp1.555 triliun.

Dari sisi pendanaan, rasio Current Account Saving Account (CASA) meningkat menjadi 68,07 persen dengan nilai mencapai Rp1.058,6 triliun.

Kondisi tersebut membuat biaya dana (cost of fund) turun menjadi 2,3 persen dari sebelumnya 3 persen.

Komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat juga diwujudkan melalui berbagai program sosial-ekonomi. Hingga saat ini, BRI telah membina 5.245 Desa BRILiaN, melayani 15,6 juta pengguna LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku.

Sementara itu, Dony Oskaria menyebut kinerja positif bank-bank Himbara menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan sektor-sektor produktif, termasuk UMKM, industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, dan infrastruktur.

Dengan berbagai capaian tersebut, BRI optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan sekaligus memperkuat perannya sebagai bank yang fokus pada pemberdayaan ekonomi rakyat dan pembangunan nasional. (MDS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *