KOSONGSATUNEWS.COM, MAMASA — Kepala Desa Buangin, Yunus, mendapat apresiasi dari berbagai pihak atas komitmennya dalam mendukung pembangunan desa, khususnya program prioritas pemerintah pusat terkait pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Berthus, aktivis sekaligus pemerhati masyarakat, saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan bersama awak media. Menurutnya, langkah yang dilakukan Kepala Desa Buangin patut diapresiasi karena dinilai mengedepankan kepentingan masyarakat dan keberlangsungan roda pemerintahan desa.
“Pak Desa Yunus selalu menunjukkan komitmen dan pengorbanan demi pembangunan desa. Setiap ada proyek pembangunan yang membutuhkan lokasi atau lahan, beliau rela menggunakan tanah pribadinya, baik dengan sistem pinjam pakai maupun dihibahkan,” ujar Berthus. Rabu, (13/5/2026)
Ia menjelaskan, pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih yang saat ini sedang berlangsung juga berdiri di atas tanah milik pribadi Kepala Desa yang dihibahkan untuk kepentingan masyarakat dan negara.
Tak hanya itu, lokasi usaha BUMDes berupa kandang ayam yang sebelumnya berada di area pembangunan juga dipindahkan ke lahan pribadi milik Yunus agar pembangunan koperasi tetap berjalan sesuai rencana.
Dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan, Pemerintah Desa Buangin disebut tetap mengedepankan musyawarah dan mufakat bersama seluruh elemen masyarakat desa.
Terkait polemik lokasi pembangunan yang sebelumnya pernah digunakan sebagai lapangan bola voli melalui Dana Desa, Yunus menjelaskan bahwa lapangan yang lebih representatif telah dibangun di pusat Desa Buangin dan hingga kini aktif digunakan oleh masyarakat, khususnya kalangan pemuda.
“Lapangan yang baru lebih bagus dan memadai untuk masyarakat, terutama generasi muda dalam mengembangkan bakat dan hobi olahraga,” jelas Yunus saat ditemui awak media.
Dalam kesempatan tersebut, Yunus juga menyampaikan bahwa menjadi seorang pemimpin harus siap berkorban, baik secara material maupun perasaan.
“Menjadi pemimpin itu harus siap berkorban. Dalam pembangunan pasti ada tantangan dan tanggapan miring, termasuk saat terjadi longsoran kecil di lokasi pembangunan. Namun semuanya tetap bisa ditangani dan diperbaiki,” ungkapnya.
Sementara itu, Berthus yang juga turun langsung meninjau lokasi pembangunan menegaskan bahwa kondisi di lapangan masih dapat dikendalikan dan tidak ada ancaman serius terhadap rumah warga sekitar.
“Memang ada longsoran kecil, tetapi masih bisa ditangani oleh pihak pelaksana. Tidak ada rumah warga yang terancam berat akibat pembangunan tersebut,” katanya.
Ia menilai kehadiran media dan pemerhati sangat penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah warga. (Ayu)





