“Jalan Kubangan” di Desa Terasa Jadi Sorotan, Keluhan Warga Sinjai Barat Viral di Facebook

SINJAI, kosongsatunews.com — Sebuah foto jalan berlumpur dengan kubangan panjang di Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, mendadak menjadi perbincangan di sejumlah grup Facebook warga Sinjai, Jumat, 22 Mei 2026. Foto itu memperlihatkan kondisi jalan yang rusak parah, berlumpur, dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, terutama setelah hujan turun.

Di balik foto tersebut, terselip keluhan warga yang terasa sederhana, namun menyimpan nada kelelahan panjang terhadap kondisi infrastruktur di kampung mereka.

“Dehhh masyaallah sekali jalanan di kampungku kodong, bagaimana kondisi jalanan di kampungta besti,” tulis Syamsiah dalam unggahannya saat melintasi salah satu ruas jalan di Desa Terasa.

Ungkapan itu kemudian menyebar cepat di media sosial. Banyak warga lain ikut menanggapi dengan nada serupa. Sebagian mengaku kondisi jalan desa di sejumlah wilayah pedalaman Sinjai memang masih menjadi persoalan tahunan yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Foto yang beredar memperlihatkan badan jalan tanah dengan bekas alur roda yang dalam. Lumpur memenuhi hampir seluruh permukaan jalan. Pengendara motor tampak harus memilih jalur sempit agar tidak terperosok. Di sisi jalan terlihat permukiman warga dan kebun yang menandakan jalur tersebut menjadi akses penting aktivitas masyarakat sehari-hari.

Bagi warga desa, jalan bukan sekadar penghubung antarwilayah. Infrastruktur itu menjadi urat nadi ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan. Ketika jalan rusak, aktivitas warga ikut melambat. Hasil kebun sulit diangkut, anak sekolah harus berjibaku dengan lumpur, dan kendaraan darurat kerap kesulitan melintas.

Fenomena viralnya foto jalan rusak ini juga memperlihatkan bagaimana media sosial kini menjadi ruang baru warga desa menyampaikan keresahan. Jika dulu keluhan hanya berhenti di warung kopi atau musyawarah kampung, kini satu foto dan satu kalimat sederhana bisa menjangkau perhatian publik lebih luas.

Di sejumlah daerah, unggahan serupa bahkan kerap menjadi tekanan sosial bagi pemerintah agar segera melakukan penanganan. Sebab, bagi masyarakat pedesaan, janji pembangunan paling mudah diukur dari satu hal sederhana: apakah jalan mereka sudah layak dilalui atau belum.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penanganan ruas jalan yang dikeluhkan warga tersebut. Namun perbincangan di media sosial terus bergulir, disertai harapan agar kondisi jalan di Desa Terasa segera mendapat perhatian.(Ucup)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *