KABUPATEN PINRANG AWAL 2026 GAGAL PANEN PADI

KOSONGSATUNEWS.COM, PINRANG — Menjadi kalut Awal Panen Tahun 2026 yang jelas menjadi “pukulan” berat sejumlah petani Kabupaten Pinrang. Sulawesi Selatan (Sulsel). Mengapa? Kegagalan tersebut tidak berlaku umum, ada staknasi keharusan sebagai antisipasi gejalah menjadi penyebab puso, ketika dikaitkan dengan kejadian, yakin di tengarai ada Instansi yang berwenang cuek dan malas menjalankan topuksinya, padahal, runut dengan berbagai bantuan Kementrian Pertanian Pusat, dengan segala upayah untuk mendongkrak hasil pencapaian Gabah berkualitas serta hasil panen semakin bertambah, kini pupus di telan oleh hama.

“Bayangkan Pak, dalam 1 hektar sawan hanya menghasil 8 karung gabah, Petani padi di Kabupaten Pinrang, rugi total, ada juga penyampaian dari petani lainnya, rugi besar akibat pembelian obat – obatan, serta pupuk padi, tapi tetap gagal panen” keluh Pak Ram ketika bincang – bincang di Kantor Samsat Kabupaten Pinrang.

“Orang Tua saya kan Petani.” Ujar Ram, nama initialnya, menambahkan.

Dimana penyuluh pertanian, mengapa tidak mengantisipasi gejalah sebelum terjadi, penyerangan hama? Padahal sebelumnya ada tanda, kupu- kupu putih kecil banyak beterbangan.

Aksioma sebelum terjadi, tentu ada gejala, yang seharusnya cepat di antisipasi. Sekarang ini nampak secara visual, bukan saja Petani merasa ke fatalan, tapi juga Pemerintah. Makanya ini menjadi instrumen control untuk semua yang terkait, korelasinya sebagai senter point redup. Maka terang mutlak harus belajar dari ke gagalan untuk yang berwenang. Atau ngintip sukses pada tetangga sebelah.

Bukankah sekedar membagi pengalaman itu indah, mengasa waktu untuk mengetahui bahasa alam, serta fenomenanya adalah kultur pendekatan emosional dengan kearifan lokal, yang perlu di jawab dengan mengantisipasi oleh Dinas Pertanian, dan instansi lainnya yang berkaitan. Sambil Klakar sumber yang turut terenyuh.

Dalam pada itu. Kadis Pertanian berupaya di konfirmasi, saat itu tidak berada di Kantornya.

Lagi sumber lain menambahkan, animo masyarakat Petani sekarang, khusus di Kabupaten Pinrang. Cukup antusias melihat, irigasi Primer begitupun Skunder menjadi jawaban Pemerintah setempat, untuk menjadikan masyarakatnya sukses. (Ag/Lex)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *