SINJAI, kosongsatunews.com – Di tengah suasana libur nasional memperingati Hari Lahir Pancasila, pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Samaenre, tidak sepenuhnya berhenti. Melalui pengumuman resmi yang beredar kepada masyarakat, puskesmas tersebut menegaskan bahwa sebagian layanan memang ditutup sementara pada 1 Juni 2026, namun layanan vital tetap siaga selama 24 jam.
Kebijakan itu menunjukkan wajah pelayanan kesehatan yang tidak sekadar mengikuti kalender libur nasional, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang tidak mengenal waktu. Saat sebagian besar aktivitas pemerintahan berhenti sejenak untuk memperingati hari bersejarah lahirnya dasar negara, ruang-ruang pelayanan kesehatan justru dituntut tetap hidup.
Dalam pengumuman tersebut, klaster rawat jalan dan puskesmas pembantu (Pustu) dinyatakan tutup pada 1 Juni 2026 dan akan kembali beroperasi normal pada 2 Juni 2026. Namun, layanan Unit Gawat Darurat (UGD), persalinan, dan rawat inap tetap dibuka selama 24 jam. Kebijakan ini menjadi penegasan bahwa pelayanan kesehatan dasar tetap menjadi prioritas, terutama bagi warga yang membutuhkan penanganan darurat.
Di Kecamatan Sinjai Selatan, keberadaan puskesmas bukan hanya fasilitas pelayanan medis. Ia menjadi garda terdepan yang menopang kebutuhan kesehatan masyarakat di wilayah yang memiliki karakter geografis beragam, mulai dari kawasan perkotaan kecil hingga daerah yang cukup jauh dari pusat layanan rumah sakit.
Langkah mempertahankan layanan 24 jam tersebut juga sejalan dengan semangat pelayanan publik yang belakangan terus didorong Pemerintah Kabupaten Sinjai. Pelayanan kepada masyarakat tidak lagi dipandang sebatas rutinitas administratif, melainkan bentuk kehadiran negara di tengah kebutuhan warga.
Bagi masyarakat, informasi ini memiliki arti penting. Tidak sedikit warga yang sering kali menganggap seluruh layanan kesehatan ikut tutup saat hari libur nasional. Akibatnya, sebagian memilih menunda pemeriksaan atau kebingungan ketika menghadapi kondisi darurat. Karena itu, kejelasan informasi menjadi bagian dari pelayanan itu sendiri.
UPTD Puskesmas Samaenre selama ini juga dikenal aktif menjalankan berbagai program kesehatan masyarakat, mulai dari pelayanan promotif, preventif, hingga kegiatan kesehatan yang menjangkau wilayah pelosok. Sejumlah program pelayanan bahkan dilakukan langsung ke masyarakat yang memiliki keterbatasan akses transportasi dan medan yang cukup berat.
Momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini pada akhirnya tidak hanya menjadi pengingat tentang sejarah bangsa, tetapi juga refleksi mengenai makna pelayanan kepada masyarakat. Di balik kibaran bendera dan pelaksanaan upacara peringatan yang digelar secara nasional, terdapat tenaga kesehatan yang tetap berjaga ketika sebagian masyarakat menikmati hari libur.
Mereka mungkin tidak berdiri di podium upacara. Namun, di ruang UGD, ruang persalinan, hingga bangsal rawat inap, para tenaga kesehatan tetap menjalankan tugasnya. Sebuah pengabdian yang senyap, tetapi menjadi wujud nyata nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila itu sendiri.(Yusuf Buraerah)














