KOSONGSATUNEWS.COM, PAREPARE, – Gelombang kebangkitan Subuh terus bergema. Kali ini, sejumlah tokoh publik, Alim Ulama, cendekiawan, akademisi, pengusaha, aktivis sosial kemasyarakatan dan pegiat dakwah dari Kota Parepare bersiap melangkahkan kaki memutihkan Masjid Besar Darussalam Belawa, Kabupaten Wajo, dalam agenda Safari Subuh bersama Pejuang Subuh Majelis Syuhada pada Jumat, 5 Juni 2026, mendatang.
Dengan mengenakan pakaian serba putih bersih, mereka akan melebur dalam deretan saf bersama masyarakat, mereka meninggalkan atribut jabatan, profesi dan status sosial, lalu berdiri sejajar sebagai hamba Allah SWT yang mengharapkan ridha dan keberkahan-Nya di waktu yang paling dirindukan oleh orang-orang beriman.
Gerakan Putihkan Masjid yang digagas Majelis Syuhada bukan sekadar menghadirkan warna putih di dalam masjid, tetapi menghadirkan semangat juang untuk menghidupkan kembali shalat Subuh berjamaah sebagai fondasi perjuangan dan kebangkitan umat.
Pilihan lokasi kali ini bukan tanpa alasan. Masjid Besar Darussalam Belawa merupakan salah satu ikon wisata religi favorit dan pusat peradaban Islam di Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo.
Masjid besar Darussalam ini didirikan pada tahun 1947 oleh Anre Gurutta (Maha Guru) K.H. Martan bersama masyarakat setempat, masjid ini menjadi simbol perpaduan harmonis antara budaya Arab dan Bugis yang hingga kini tetap berdiri kokoh dan memancarkan aurah nilai-nilai dakwah.
“Masjid Harus Menjadi Pusat Kebangkitan Umat”
Muassis Majelis Syuhada Kota Parepare, H. Bakhtiar Syarifuddin, SE, menegaskan bahwa gerakan memutihkan masjid merupakan ikhtiar dalam memicu dan memacu semangat peradaban Islam dari rumah Allah.
“Kami tidak sedang mengejar pujian ramainya sebuah ibadah, tetapi kami sedang menggerakkan sebuah kesadaran kolektif. Ketika Subuh berjamaah sudah mulai dipenuhi umat, di situlah sesungguhnya pergerakan kebangkitan sedang dimulai. Sejarah membuktikan bahwa umat yang memakmurkan masjid akan dimuliakan oleh Allah, sedangkan umat yang meninggalkan masjid perlahan akan kehilangan kekuatan dan persatuannya.” Ujar H. Bakhtiar. Sabtu,(30/5/2026).
Menurutnya, warna putih yang dikenakan para jamaah safari subuh memiliki pesan dan makna mendalam.
“Putih melambangkan kesucian niat, keikhlasan perjuangan, dan persaudaraan tanpa sekat. Di dalam masjid tidak ada pejabat, tidak ada pengusaha, tidak ada orang kaya atau orang miskin. Yang ada hanyalah hamba-hamba Allah yang berdiri tawaddu dalam deretan saf menghadap Rabb yang sama.” Tambahnya.
Ia berharap lautan jamaah putih yang memenuhi Masjid Besar Darussalam Belawa dapat menjadi pemandangan yang mampu menggetarkan hati dan membangkitkan semangat juang umat Islam untuk kembali memakmurkan masjid.
“Peradaban Tidak Lahir dari Keramaian Dunia, Tetapi dari lurusnya deretan Saf-Saf Subuh”, tandasnya.
Sementara itu, Staf Khusus Narasi Dakwah Majelis Syuhada Kota Parepare, Ustadz Fahri Nusantara, menyampaikan bahwa Safari Subuh di Masjid Besar Darussalam Belawa memiliki pesan dakwah yang sangat kuat.
“Kita sering berbicara tentang perubahan umat, kemajuan daerah, dan kebangkitan generasi. Namun semua itu tidak akan pernah kokoh jika hubungan manusia dengan Allah masih lemah. Karena itu, Majelis Syuhada mengajak umat untuk kembali memulai semuanya dari Subuh berjamaah.” Ucapnya
Ia menambahkan bahwa sejarah para ulama besar dan pemimpin umat selalu memiliki kedekatan yang kuat dengan masjid.
“Peradaban tidak lahir dari gemerlap panggung dunia, tetapi lahir dari saf-saf Subuh yang penuh keikhlasan. Ketika masjid mulai dipenuhi jamaah, maka harapan akan lahirnya generasi yang kuat, jujur, berilmu, dan bertakwa semakin nyata. Dari masjid lahir para ulama, pemimpin, pejuang, dan pembela agama.” Tambahnya.
Masjid Besar Darussalam Belawa yang dibangun oleh ulama besar K.H. Martan merupakan tempat yang sangat tepat untuk mengingat kembali warisan perjuangan dakwah para pendahulu.
“Kami ingin menghubungkan semangat dakwah para ulama terdahulu dengan generasi hari ini. Jika dahulu mereka membangun masjid dengan tenaga dan pengorbanan, maka tugas kita hari ini adalah menghidupkannya dengan jamaah, doa, zikir, dan shalat berjamaah.” Ungkapnya
Jumat Subuh mendatang, lautan putih jamaah diperkirakan akan memenuhi Masjid Besar Darussalam Belawa. Sebuah pemandangan yang bukan hanya indah dipandang mata, tetapi juga menjadi simbol persatuan umat, kecintaan kepada rumah Allah, dan harapan akan lahirnya kebangkitan Islam yang dimulai dari satu langkah sederhana: melangkahkan kaki menuju masjid saat Subuh.
Editor: M. Darwis Syamsuddin.


















