Fajar yang Menggetarkan Jiwa di Belawa: Ratusan Jamaah Mengaku Takjub Dan Terharu Saksikan Safari Subuh Berjamaah

WAJO, KOSONGSATUNEWS.COM,  — Udara dingin sebelum fajar belum sepenuhnya sirna ketika cahaya keimanan mulai memancar dari Masjid Darussalam Belawa, Kabupaten Wajo, Jumat, (5/6/2026).

Pada saat sebagian besar manusia masih terlelap dengan tidurnya, ratusan langkah kaki para pencinta masjid justru bergerak serentak menuju rumah Allah, menghadiri Safari Shalat Subuh Majelis Syuhada Kota Parepare.

Malam yang hening berubah menjadi lautan dzikir, doa, dan munajat. Qiyamul lail yang diawali dengan shalat taubat, hajat, tahajud, dan witir berlangsung dengan suasana yang begitu hikmat menyentuh kalbu.

Jamaah larut dalam kekhusyukan, seakan sedang melakukan perjalanan ruhani menuju kedekatan yang lebih dalam dengan Sang Pencipta.

Muassis Majelis Syuhada Kota Parepare, H. Bakhtiar Syarifuddin, SE, mengaku mendapatkan pengalaman spiritual yang sangat berkesan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut.

“Saya terkesima, terkesan, dan terharu biru menyaksikan pelaksanaan Safari Shalat Subuh di Masjid Darussalam Belawa. Ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi sebuah pertunjukan akhlak, adab, dan kecintaan kepada Allah yang ditampilkan dengan begitu apik dan sangat tawadhu” ungkapnya.

Menurutnya, kualitas pelaksanaan kegiatan ibadah tersebut berada pada kadar yang sangat tinggi penghambaannya. Setiap unsur yang berperan menghidupkan suasana subuh telah menunjukkan kapasitas dan keteladanan yang luar biasa.

“Mulai dari pemandu acara, muadzin, sambutan penerimaan jamaah, Imam shalat hingga pembawa tausiah subuh, semuanya adalah sosok-sosok yang berkelas, beradab, rendah hati, dan penuh ketulusan. Sehingga saya dapat merasakan bahwa setiap pribadi-pribadi yang menjalankan amanahnya bukan untuk tampil, tetapi untuk mengabdi,” ujarnya.

Yang paling membekas dalam ingatan H. Bakhtiar adalah suasana qiyamul lail yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Ia menilai jamaah dan imam seakan menyatu dalam alunan ayat-ayat Al-Qur’an yang menyejukkan hati.

“Sejak qiyamul lail dimulai, jamaah mengikuti dengan khusyuk. Seolah-olah setiap surah yang dibacakan telah tersusun rapi untuk membimbing hati menuju ketundukan dan keikhlasan. Ada suasana yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, tetapi sangat mudah dirasakan oleh hati yang hadir di saat itu” tuturnya.

Bagi H. Bakhtiar, kegiatan seperti ini adalah bukti bahwa umat Islam masih memiliki secercah harapan besar untuk bangkit dan bergerak.

Menurutnya kebangkitan umat itu, tidak selalu dimulai dari panggung-panggung besar atau forum-forum megah, tetapi bisa dimulai dari keistiqomahan mengisi saf-saf shalat subuh yang terisi penuh oleh orang-orang yang ikhlas mendekatkan diri kepada Allah.

“Jika masjid sudah hidup pada waktu subuh, maka umat ini masih memiliki masa depan yang cerah. Dari subuh lahir kekuatan ruhani, dari subuh lahir persatuan, dan dari subuh lahir para syuhada-syuhada akhir zaman yang siap mengabdikan hidupnya untuk agama, bangsa, dan kemanusiaan,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh Pejuang Subuh untuk terus menjaga semangat memakmurkan masjid dan menjadikan shalat subuh berjamaah sebagai pembaruan dan pembiasaan kehidupan.

“Jangan pernah meremehkan langkah kaki menuju masjid saat subuh. Bisa jadi itulah langkah yang kelak menjadi saksi keselamatan kita di hadapan Allah.” Lanjutnya

Masjid Darussalam Belawa telah menunjukkan kepada kita bahwa kebangkitan umat dimulai dari sajadah, dari air mata taubat, dari lantunan Al-Qur’an, dan dari lurusnya saf-saf subuh yang dipenuhi oleh orang-orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya.”

Safari Subuh Majelis Syuhada di Masjid Darussalam Belawa bukan sekadar sebuah kegiatan keagamaan.

Ia menjadi pesan kuat bahwa cahaya Islam akan terus menyala selama masih ada hati-hati yang terpaut dengan masjid, selama masih ada umat yang rela meninggalkan kenyamanan tidurnya demi memenuhi panggilan Allah sebelum terbitnya fajar.(MDS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *