Usai Tunaikan Rukun Islam Kelima, 44 Tamu Allah Asal Sinjai Pulang ke Kampung Halaman

SINJAI, kosongsatunews.com – Sebanyak 44 jemaah haji asal Kabupaten Sinjai yang tergabung dalam Kloter 17 Debarkasi Makassar tiba kembali di kampung halaman dan diterima secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Sinjai, Minggu (14/6/2026) malam.

Sebelumnya, para jemaah haji telah tiba di Tanah Air dan disambut langsung oleh Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, di Asrama Haji Sudiang Makassar pada Minggu pagi. Setelah itu, rombongan diberangkatkan menuju Kabupaten Sinjai dengan pengawalan dari Satlantas Polres Sinjai dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sinjai.

Perjalanan yang melintasi wilayah Kabupaten Takalar, Jeneponto, dan Bantaeng berlangsung lancar hingga rombongan tiba di Sinjai sekitar pukul 20.55 WITA. Setibanya di daerah asal, para jemaah diterima secara resmi dalam acara penyambutan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Sinjai.

Mewakili Bupati Sinjai, Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, menyambut langsung kepulangan para tamu Allah tersebut. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sinjai, unsur Forkopimda, Perwakilan Kementerian Agama Sinjai, Pimpinan Baznas Kabupaten Sinjai, para Staf Ahli Bupati, Asisten Setdakab Sinjai, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para camat se-Kabupaten Sinjai.

Dalam sambutannya, Sekda Andi Jefrianto Asapa menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jemaah haji yang telah menunaikan rukun Islam kelima dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.

“Atas nama Bupati Sinjai bersama seluruh jajaran Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Sinjai, kami mengucapkan selamat datang kembali di Bumi Panrita Kitta. Selamat kembali ke kampung halaman bagi para tamu Allah yang telah menyelesaikan ibadah haji dengan baik,” ujarnya.

Sekda menegaskan bahwa kepulangan para jemaah haji tidak hanya menjadi kebahagiaan bagi keluarga, tetapi juga membawa harapan besar bagi masyarakat Sinjai. Menurutnya, pengalaman spiritual yang diperoleh selama berada di Tanah Suci diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial dan keagamaan di daerah.

Ia juga mengapresiasi perjuangan para jemaah yang telah melalui perjalanan panjang dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, mulai dari masa penantian keberangkatan hingga pelaksanaan seluruh rangkaian ibadah haji di tengah cuaca ekstrem dan padatnya aktivitas jutaan jemaah dari berbagai negara.

“Nama Kabupaten Sinjai telah bapak dan ibu sematkan di Tanah Suci. Di Arafah, Muzdalifah, Mina hingga saat melontar jumrah, saya yakin ada doa-doa yang dipanjatkan untuk kampung halaman tercinta. Semoga doa tersebut menjadi berkah dan penjaga bagi daerah kita dari berbagai cobaan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Sekda juga berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga kemabruran hajinya dengan menjadi teladan di tengah masyarakat. Ia mengingatkan tiga hal penting yang perlu diperhatikan setelah kembali dari Tanah Suci.

Pertama, menjaga nama baik Kabupaten Sinjai dengan menunjukkan sikap yang santun, rendah hati, dan mampu menjadi penyejuk di lingkungan masing-masing. Kedua, menjaga kesehatan pasca perjalanan panjang dengan beristirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta melakukan pemeriksaan kesehatan apabila diperlukan.

Ketiga, menjadikan predikat haji dan hajjah sebagai motivasi untuk meningkatkan kepedulian sosial dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Mari kita buktikan bahwa gelar haji dan hajjah bukan sekadar status, tetapi menjadi inspirasi dalam meningkatkan kualitas sosial dan keagamaan masyarakat. Mari bersama-sama membangun Sinjai yang lebih religius, mulai dari memakmurkan masjid hingga membantu sesama yang membutuhkan,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, mulai dari petugas pendamping, keluarga jemaah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), TNI, Polri, Dinas Kesehatan, hingga seluruh unsur yang terlibat dalam proses keberangkatan maupun pemulangan jemaah.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amalan ibadah haji saudara-saudara kita sebagai haji mabrur dan hajjah mabrurah, serta senantiasa melimpahkan keberkahan dalam kehidupan mereka,” tutupnya.

Penerimaan resmi tersebut menjadi penutup rangkaian perjalanan ibadah haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi bagi jemaah asal Kabupaten Sinjai. Momentum ini sekaligus menjadi ungkapan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan sehat dan selamat untuk kembali berkumpul bersama keluarga serta masyarakat Kabupaten Sinjai. (Humas Kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *