Dugaan BBM Subsidi Dipakai untuk Proyek RSUD Kondosapata’, Sinergi Muda Mamasa Minta Aparat Bertindak

MAMASA, KOSONGSATUNEWS.COM, – Sinergi Muda Mamasa mendesak aparat penegak hukum, BPH Migas, Pertamina, dan instansi terkait untuk segera melakukan penyelidikan atas dugaan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dalam proyek pembangunan RSUD Kondosapata’ yang dikerjakan oleh PT Adi Persada Bangunan.

Ketua Harian Sinergi Muda Mamasa, Ryan Mewa’, menegaskan bahwa apabila dugaan tersebut terbukti benar, maka hal itu merupakan tindakan yang mencederai rasa keadilan masyarakat dan bertentangan dengan tujuan pemerintah memberikan subsidi energi kepada rakyat kecil.

“BBM bersubsidi adalah hak masyarakat kecil, nelayan, petani, pelaku UMKM, dan sektor-sektor yang memang berhak menerimanya. Bukan untuk menopang keuntungan proyek bernilai miliaran rupiah. Jika dugaan ini benar, maka ini adalah bentuk penyalahgunaan yang tidak bisa ditoleransi.” tegas Ryan Mewa’. Senin,(6/7/2026).

Menurut Sinergi Muda Mamasa, proyek pembangunan yang menggunakan anggaran negara harus menjadi contoh dalam menaati seluruh ketentuan hukum, bukan justru memunculkan dugaan praktik yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat.

Ryan Mewa’ menilai bahwa apabila sebuah perusahaan besar memanfaatkan BBM bersubsidi untuk operasional alat berat maupun kendaraan proyek tanpa hak, maka masyarakat kecil menjadi pihak yang paling dirugikan karena subsidi yang seharusnya mereka nikmati justru diduga dialihkan untuk kepentingan bisnis.

“Rakyat sering kesulitan memperoleh solar bersubsidi, sementara muncul dugaan bahwa proyek besar justru ikut menikmatinya. Negara tidak boleh tutup mata terhadap persoalan seperti ini.”ujarya

Sinergi Muda Mamasa meminta aparat segera melakukan pemeriksaan terhadap seluruh distribusi dan penggunaan BBM pada proyek pembangunan RSUD Kondosapata’, termasuk menelusuri asal-usul pasokan bahan bakar yang digunakan selama pelaksanaan proyek.

Organisasi tersebut juga meminta agar hasil pemeriksaan disampaikan secara terbuka kepada publik demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan proyek pemerintah.

Sinergi Muda Mamasa Mendesak:
1. Aparat penegak hukum segera mengusut dugaan penggunaan BBM bersubsidi pada proyek pembangunan RSUD Kondosapata’.
2. BPH Migas dan Pertamina melakukan audit terhadap distribusi BBM yang diduga digunakan dalam operasional proyek.
3. Pemerintah memberikan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan penggunaan BBM bersubsidi.
4. Seluruh proyek pemerintah di Kabupaten Mamasa diawasi secara ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan fasilitas negara.

Ryan Mewa’ menegaskan bahwa Sinergi Muda Mamasa akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan dari aparat yang berwenang.

“Kami tidak sedang menghakimi siapa pun. Kami hanya menuntut penegakan hukum yang adil. Jika tidak ada pelanggaran, buktikan kepada publik. Tetapi jika ada penyalahgunaan BBM subsidi, siapa pun pelakunya harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Tidak boleh ada perlakuan istimewa bagi perusahaan besar.” (Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *