MAKASSAR, 12 September 2026 – Program Pertashop yang digulirkan pemerintah kini dinilai mandek dan justru memberatkan masyarakat serta pengusaha, bukan membawa manfaat sebagaimana tujuan awal. Hal ini disampaikan secara tegas oleh Ketua Satuan Basis (SATBAS) Banteng Subsidi Wilayah Sulawesi, Sultan Bakri M.
Ia meminta Pertamina Patra Niaga untuk memikul tanggung jawab penuh, serta mendesak Kementerian ESDM di bawah pimpinan Bahlil Lahadalia untuk turun tangan membenahi dan kembali menghidupkan roda Pertashop yang terhenti.
Program Hanya Nama, Manfaat Tak Terasa
Menurut Sultan Bakri, banyak pihak merasa kecewa karena program ini seolah-olah hanya diciptakan tanpa keberlanjutan yang jelas.
“Pandai menciptakan program, namun asas manfaatnya tidak dirasakan rakyat. Justru merugikan masyarakat dan pengusaha, sementara dinilai menguntungkan sepihak bagi Pertamina,” tegasnya.
Ia pun menyoroti nilai investasi yang tidak sedikit. Anggaran pendirian satu unit Pertashop diketahui mencapai nilai ratusan juta hingga bahkan miliaran rupiah, namun keberjalanannya kini terlantar tanpa kejelasan pasokan.

Kunci Masalah: Ketiadaan Jatah & Kuota BBM
Supaya Pertashop tidak sekadar bangunan mati, SATBAS menuntut solusi nyata:
✅ Segera aktifkan kembali seluruh jaringan Pertashop
✅ Berikan kepastian jatah dan kuota BBM bersubsidi yang layak: Jenis Pertalite maupun Bio Solar
✅ Pastikan aliran pasokan lancar dan merata
Langkah ini diyakini sangat positif karena Pertashop berfungsi menjangkau warga di pelosok desa yang jauh dari kota, sekaligus mampu memangkas antrean panjang yang sering terjadi di SPBU besar.
Mendesak Rapat Dengar Pendapat & Evaluasi Terbuka
Menyikapi persoalan yang meluas ini, SATBAS Banteng Subsidi mendesak:
🔹 Pertamina Patra Niaga segera bertanggung jawab dan mengevaluasi sistem distribusi
🔹 DPR RI dan Pemerintah Pusat segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang transparan dan mendalam
🔹 Keterlibatan Kementerian ESDM untuk mengawasi pelaksanaan agar tidak ada kebocoran atau pengabaian tugas.
Pernyataan Lengkap Sultan Bakri M:
“Pertashop harus hidup kembali. Jangan biarkan anggaran besar terbuang percuma dan infrastruktur menganggur. Tujuannya mulia: melayani desa dan meringankan beban SPBU. Jika mati, maka kerugianlah yang dipetik oleh rakyat kecil.”
Siaran Pers: SATBAS Banteng Subsidi Wilayah Sulawesi














