KOSONGSATUNEWS.COM, MAMASA — Akses pelayanan kesehatan masih menjadi persoalan serius bagi warga di pelosok Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Di tiga desa di Kecamatan Mehalaan, yakni Desa Botteng, Passembu, dan Kondo, warga yang membutuhkan pertolongan medis harus menghadapi perjalanan panjang dengan kondisi akses yang sulit.
Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut jarak menuju fasilitas kesehatan, tetapi juga menyentuh keselamatan warga. Ketika kondisi darurat terjadi, masyarakat terpaksa menggunakan tandu sederhana untuk membawa pasien menuju Puskesmas Mehalaan.
Salah satu warga yang mengalami kondisi tersebut adalah Jamudin (50), warga Desa Botteng. Saat mengalami sakit perut hebat, ia harus dievakuasi menggunakan tandu kayu dan digotong warga dengan menempuh perjalanan yang disebut mencapai hampir 20 kilometer.
Kondisi itu menggambarkan betapa beratnya perjuangan masyarakat di wilayah yang akses transportasinya masih terbatas.
“Pokoknya yang permasalahan dengan kesehatan, pasti ditandu. Tidak pandang malam, hujan, atau subuh, semua ditandu,” ungkap Markus, warga Desa Botteng.
Menurut warga, kondisi jalan menuju wilayah tersebut membuat kendaraan roda dua maupun kendaraan lainnya sulit digunakan untuk melakukan evakuasi, khususnya ketika hujan turun dan badan jalan berubah menjadi berlumpur.
Situasi tersebut menjadi persoalan serius ketika pasien membutuhkan penanganan segera. Waktu tempuh yang panjang berpotensi memperlambat warga mendapatkan pelayanan medis di fasilitas kesehatan.
Tidak hanya pasien sakit, kondisi serupa juga menjadi tantangan bagi ibu hamil yang membutuhkan pertolongan persalinan. Warga menyebut sejumlah ibu hamil bahkan terpaksa menghadapi proses persalinan dalam perjalanan sebelum tiba di fasilitas kesehatan.
Persoalan akses juga disebut berkaitan dengan keterbatasan pelayanan pada fasilitas kesehatan tingkat desa. Minimnya ketersediaan obat dan tenaga medis membuat sebagian warga tetap harus melanjutkan perjalanan ke Puskesmas Mehalaan ketika membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Bagi warga Botteng, Passembu, dan Kondo, persoalan tersebut bukan semata-mata tentang pembangunan jalan. Akses transportasi menjadi bagian penting dari rantai pelayanan kesehatan, terutama ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat.
Warga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap akses menuju tiga desa tersebut sekaligus memastikan pelayanan kesehatan dasar dapat dijangkau masyarakat tanpa harus melalui perjalanan berisiko.
Kondisi yang telah berlangsung bertahun-tahun itu kini menjadi keluhan yang terus disampaikan masyarakat. Mereka berharap peningkatan infrastruktur dan pelayanan kesehatan dapat berjalan beriringan agar warga di pelosok tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan hanya untuk mendapatkan pertolongan medis. (Ayu)














