SIDRAP, KOSONGSATUNEWS.COM, — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar simulasi evakuasi dan penanggulangan kebakaran bagi mahasiswa.
Kegiatan ini membekali peserta dengan pengetahuan tentang pencegahan kebakaran, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), hingga teknik evakuasi dari gedung bertingkat.
Kegiatan digelar Program Studi Administrasi Kesehatan (Adminkes), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS Rappang bekerja sama dengan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Simulasi berlangsung di Aula Lantai III Gedung Rektorat dan lapangan olahraga UMS Rappang, Selasa (15/9/2026).
Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si. hadir dalam kegiatan tersebut. Turut hadir Dekan FIK UMS Rappang Dr. Apt. Pratiwi Ramlan, S.Farm., M.A.P., Kasi Operasional Damkar Sidrap Habibi Baharuddin, civitas akademika, serta ratusan mahasiswa Adminkes.
Dalam simulasi, mahasiswa terlebih dahulu mendapatkan materi mengenai penanggulangan kebakaran. Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik di lapangan, mulai dari cara sederhana memadamkan api Gas Elpiji menggunakan kain basah hingga penggunaan APAR.
Peserta juga dilatih melakukan evakuasi ketika terjadi kebakaran di gedung bertingkat. Simulasi mencakup tahapan yang harus dilakukan saat kondisi darurat, termasuk pentingnya tetap tenang dan mengikuti prosedur evakuasi.
Dekan FIK UMS Rappang Dr. Apt. Pratiwi Ramlan mengatakan kegiatan tersebut penting agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu memberikan edukasi kepada masyarakat ketika menghadapi situasi kebakaran.
“Simulasi evakuasi kebakaran ini adalah salah satu hal yang perlu kita pahami bersama. Ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan, kita sudah memahami tahapannya dan bisa mengedukasi keluarga, lingkungan, maupun masyarakat,” kata Dr. Pratiwi.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga berkaitan dengan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
“Jangan sampai ada tahapan yang terlewat. Kita harus mendengarkan materinya dengan baik, karena kita diajarkan bagaimana melakukan evakuasi, turun melalui tangga dan tidak panik ketika terjadi kebakaran,” ujarnya kepada peserta simulasi.
Dr. Pratiwi juga menilai edukasi penanggulangan kebakaran semakin penting di tengah kondisi cuaca yang panas dan angin kencang. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
“Kita harus memahami proses dan tahapan menghadapi kebakaran, mulai dari tidak panik dan mengetahui apa yang harus dilakukan. Apalagi kondisi cuaca sekarang cukup kering dan angin kencang, sehingga potensi kebakaran memang perlu diwaspadai,” katanya.
Sementara itu, Kasi Operasional Damkar Sidrap Habibi Baharuddin mengatakan simulasi di UMS Rappang mencakup sejumlah materi, termasuk penanganan kebocoran tabung gas, penggunaan APAR, metode sederhana memadamkan api, hingga evakuasi saat kebakaran.
“Kita memberikan materi tentang penanggulangan kebocoran tabung gas, penggunaan APAR, cara-cara tradisional memadamkan api, kemudian bagaimana memilih APAR yang tepat untuk jenis kebakaran tertentu. Ada juga materi tentang evakuasi kalau terjadi kebakaran,” jelas Habibi.
Habibi mengungkapkan, berdasarkan data yang masuk ke Damkar Sidrap, telah terjadi 331 kejadian kebakaran sepanjang 2026. Ia menyebut sebagian besar kejadian merupakan kebakaran lahan, meski kebakaran rumah juga masih terjadi.
“Data kebakaran terakhir yang masuk di kantor sudah 331 kebakaran sepanjang 2026. Mayoritas kebakaran lahan, tetapi kebakaran rumah juga lumayan banyak,” ungkapnya.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama tidak membuka lahan maupun membakar sampah tanpa pengawasan.
“Jangan sekali-kali membakar lahan atau membakar sampah tanpa pengawasan maksimal. Rata-rata kebakaran lahan yang terjadi berawal dari pembersihan kebun dengan cara dibakar. Karena tidak dijaga maksimal, akhirnya api meluas,” katanya.
Habibi mengingatkan kondisi panas ekstrem dan angin kencang dapat membuat api lebih cepat menyebar.
“Utamakan keselamatan. Sekarang panas ekstrem ditambah angin yang sangat kencang, tentu saja bisa memicu kebakaran yang lebih besar,” ujarnya.
Terkait pelaksanaan simulasi di UMS Rappang, Habibi mengapresiasi antusiasme civitas akademika, khususnya mahasiswa yang mengikuti materi teori dan praktik.
“Kami mengapresiasi pihak UMS Rappang, Pak Rektor, Ibu Dekan, dan Ketua Prodi yang telah menyambut kami dengan baik. Adik-adik mahasiswa juga cukup antusias mengikuti materi, baik materi praktik maupun materi di ruangan,” pungkasnya.(MDS)














