Sejumlah apresiasi yang di sandang Desa tersebut. Tentu tidak semudah membalik telapak tangan untuk menggapainya, tetapi tentu ada skill dan perjuangan serta kerja keras yang melandasinya.
Seperti dikatakan, segala sesuatu mutlak prosedural pada pelaksanaan kegiatan sebagai kiat tidak terjerumus sandungan Hukum. Kemudian itu, Proses pendekatan secara kultural pada masyarakat, itu nyata dilakukan sebagai bentuk peduli, olehnya, kebutuhan Warga Desa adalah sebagai tanggung jawab untuk mencari solusinya.” Terang Kepala Desa Lalattedong Kabupaten Majene, Sulbar Ridwan Maruseng saat dikonfirmasi. (06/06/2023)

Potensi Desanya, nampak. Kades mampu mensejahtrakan warganya. Mulai dari Nelayan. Yang dulunya rumah Gubuk Derita, kini sudah nampak permanen. Mengapa tidak, kebutuhan alat tangkap Nelayan menjadi prioritas telah terpenuhi. Selain itu, masyarakat penghasil kelapa dalam, juga mulai bergairah menanam palawija, hanya saja masi ketergantungan air untuk alat siram.
” sudah kami persiapkan lahan warga untuk menanam bawang merah, serta cabe lainya.” Sembari menambahkan, berangsur masyakat Desa Lalat Tedong Sejahtera, sebagai impian, meski terkadang masih memerlukan perjuangan yang dilandasi Doa.” pungkasnya.
(TIM)





