MAMASA — Gelombang kritik terhadap dugaan penyimpangan sejumlah proyek di Kabupaten Mamasa memasuki babak baru. Aktivis Pemerhati Rakyat Mamasa (APRM) mengumumkan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamasa pada Agustus ini, tepatnya Jumat (8/8/2025).
Koordinator lapangan APRM, Tambrin, menyatakan aksi tersebut akan menjadi ujian pertama bagi Kepala Kejaksaan Negeri yang baru menjabat. Mereka menuntut Kejari mengambil langkah tegas dalam mengusut tuntas dugaan proyek bermasalah di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kami tidak mau Kejari hanya menjadi penonton. Rakyat ingin melihat tindakan nyata. Aksi ini adalah tantangan terbuka untuk membongkar semua dugaan penyimpangan di Mamasa,” tegas Tambrin.
Menurutnya, massa aksi akan datang dari berbagai latar belakang, membawa beragam isu mulai dari pelaksanaan proyek fisik yang diduga tidak sesuai bestek hingga indikasi tindak pidana korupsi.
“Jabatan itu amanah, bukan sekadar posisi. Kalau Kejari berani bertindak, kami akan dukung. Tapi jika tidak, kami akan terus mengawal dan bersuara,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Negeri Mamasa belum memberikan keterangan resmi terkait rencana aksi maupun tudingan yang dilontarkan APRM. (Ayu)





































