KOSONGSATUNEWS.COM — Ribut soal pengerjaan Proyek Pembangunan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majene. Sulawesi Barat (Sulbar).
Berbagai tanggapan bermunculan setelah di sorot soal tidak terdaftarnya CV. RAMA pada Google.
Tapi itu terdaftar di LPSE.
“CV.RAMA jangan cari di Google tapi cari di LPSE, tidak ada memang di Google. ” terang H. Syamsul Bahri. Kemudian menambahkan. Tidak mungkin menang kalau tidak resmi, dia saja menang 13 M.
Bisanya tidak terdaftar. Kemudian 22 orang kerja sampai lembur di lokasi Proyek.Terang Pak Haji panggilan akrab Syamsul Bahri, seorang ternama selaku kontraktor sukses di Kota Parepare.
Sementara sumber Media 01 menyebut, lihat saja faktanya di lokasi Proyek, yang nampak itu hanya tiang beton, padahal waktunya semakin dekat, manamungkin selesai tepat waktu.
“Kami ini warga Kabupaten Majene, sangat mengharapkan Proyek Pembangunan Kemenag selesai tepat waktu, tanpa masalah, namun melihat kenyataan yang ada, nampak sangat sulit selesai sesuai jadwal 31 Desember 2025, terkecuali ada keajaiban.
” saya sering lewat, tapi lokasi proyek tertutup dengan seng, jadi sulit terdeteksi, ” jelas Drs.Wahab Nur, yang sering di sapa Pak Ustaz.
Namun ada info yang beredar Direktur CV.RAMA , akan melaporkan Media yang memberitakan Proyek tersebut.
Hal itu di tanggapi Andi Guntur Noerman Pemimpin Umum Media 01. Bahwa Wartawan hanya menyampaikan dari sumber berita, Wartawan bukan membuat berita. Tekad memegang teguh Kode Etik Jurnalis.
(Ag)








